
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Warga terpantau mulai bergerak pulang ke kampung halaman Banjarmasin Kalimantan Selatan, melalui Terminal Penumpang Tipe A Samarinda Seberang, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Terminal Bus Banjar.
Meski suasana mudik sudah mulai terasa, aktivitas keberangkatan di terminal ini masih tergolong landai. Belum terlihat adanya lonjakan penumpang yang signifikan.
Petugas loket karcis di konter resmi Perusahaan Otobus (PO) Triana, yang menaungi PO Samarinda Lestari, PO Pulau Indah Jaya, dan PO Bintang Mas, menerangkan situasi saat ini masih serupa dengan hari-hari biasa.
“Kondisinya masih sepi, bahkan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sekarang terasa lebih lengang. Biasanya mulai ramai baru terjadi saat memasuki seminggu sebelum hari raya,” katanya di Terminal Samarinda Seberang, Jalan Bung Tomo, Rabu 4 Maret 2026.
Menurut Triana, untuk keberangkatan siang hari sekitar pukul 13.30 Wita, jumlah penumpang masih berada di angka belasan orang. Begitupun di jam-jam lainnya dan dihari-hari sebelumnya.

“Seperti keberangkatan 13.30 Wita ini ada 16 orang penumpang yang berangkat tujuan Banjarmasin, namun berapapun penumpangnya kita tetap berangkat setiap hari,” ujarnya.
Salah satu faktor yang membuat terminal terlihat lebih tertib adalah sistem pembelian tiket yang kini sudah merambah dunia digital. Masyarakat tidak perlu lagi mengantre lama di depan loket karena tiket dapat dipesan secara daring.
“Pembelian tiket sekarang bisa melalui aplikasi Pulau Indah Jaya. Jadi, masyarakat jauh lebih mudah. Cukup pesan lewat aplikasi, lalu setengah jam sebelum keberangkatan tinggal melakukan proses masuk (check-in) di terminal,” ujarnya.
Triana bilang peningkatan arus mudik biasanya mulai terasa pada puncak mudik mendekati IdulFitri yakni sepuluh hari ataupun tujuh hari sebelum lebaran. Di mana di periode itu, tingkat keterisian bus biasanya akan meningkat tajam hingga mencapai kapasitas maksimal.
“Biasa mendekati lebaran itu penuh 30 hingga 40an penumpang. Setelah lebaran bisa sampai 44 penumpang,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Saat ini, terdapat 7 unit bus reguler yang disiagakan dan beroperasi setiap harinya. Jika terjadi lonjakan penumpang, jumlah armada akan ditambah sesuai kebutuhan.
Bagi pemudik yang ingin berangkat dari Terminal Penumpang Tipe A Samarinda Seberang menuju Banjarmasin, tersedia berbagai pilihan jam keberangkatan mulai pagi hingga sore hari, yakni pukul 10.00, 11.00, 13.30, 14.30, 15.30, dan 16.30 WITA. Jika penumpang membludak, jadwal tambahan akan dibuka pada pukul 17.30 WITA.
“Untuk harga tiket Rp330 ribu. Selain rute Samarinda-Banjarmasin tersedia juga rute Amuntai-Banjarmasin dan Berabai-Banjarmasin,” jelas Triana.
Sementara, sopir bus PO Samarinda Lestari, Adi mengatakan bahwa untuk keberangkatan 13.30 siang ini, Adi memprediksi armada yang dikemudikannya akan tiba di tujuan besok pagi pukul 06.00 Wita.

Sopir bus yang telah melanglang buana di aspal sejak tahun 2000 ini mengaku telah memastikan kondisi bus, baik surat-surat maupun kondisi dalam keadaan aman.
“Persiapan berangkat sudah matang. Kondisi mesin sudah dicek sejak jauh-jauh hari dan dipastikan aman. Selama saya menyupir, syukurlah semuanya aman-aman saja,” ujarnya.
Adi memprediksi suasana akan berubah drastis memasuki H-10 Lebaran. Pada periode tersebut, bus biasanya akan terisi penuh oleh para pemudik.
“Nanti kalau sudah sepuluh hari mau Lebaran itu ramai sekali, bisa penuh terus sampai habis Lebaran. Penumpang ramai. Jadi begitu sampai, langsung berangkat balik lagi ke Samarinda,” demikian Adi.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: Kalimantan SelatanMudikSamarindaterminal bus