Ilustrasi hasil tes positif pasien terjangkit Covid-19. (Istimewa/net)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Timur terus bertambah hingga 154 kasus per hari Sabtu (2/5). Indikasi transmisi lokal semakin menguat. Bahkan, orang tanpa gejala yang berpotensi menularkan pun bukan tidak mungkin ada di sekitar kita.

Gugus Tugas Covid-19 Kalimantan Timur, terus melakukan evaluasi harian, dari pasien yang terkonfirmasi positif. Selain Balikpapan yang sudah ditetapkan transmisi lokal, indikasi terjadinya transmisi lokal lainnya di kabupaten lain di Kaltim, semakin menguat.

Ada 5 kabupaten lain yang terindikasi terjadi transmisi lokal. Seperti di kabupaten Penajam Paser Utara, Kutai Timur, Berau, Kutai Kartanegara, serta kabupaten Kutai Barat.

“Indikasi transmisi lokal semakin menguat, meski masih di lini pertama, yakni di lingkungan keluarga,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, dalam penjelasan dia, Sabtu (2/5).

Andi menerangkan, memang, sebagian kasus terkonfirmasi positif, merupakan kasus impor. Dalam artian, mereka adalah para pelaku perjalanan dari luar Kaltim, sehingga menjadi klaster. Seperti halnya klaster Gowa, dan terbaru, klaster Magetan. Lantaran, pelaku perjalanan itu, akhirnya terkonfirmasi positif dari hasil swab.

“Tapi, kita juga dihadapkan indikasi transmisi lokal,” ujar Andi.

Tidak kalah penting, adalah penularan virus SARS-Cov-2 dari orang yang berstatus pemantauan, maupun orang tanpa gejala. “ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan OTG (Orang tanpa Gejala) semakin nyata di sekitar kita,” sebut Andi.

Gugus tugas kembali mengklasifikasikan 154 kasus terkonfirmasi positif. Sebagian diantaranya, 19 orang sebelumnya merupakan ODP, dan 17 merupakan OTG, yang akhirnya terkonfirmasi positif.

“Sementara, dari pasien dalam pengawasan yang terkonfirmasi berjumlah 118 orang,” ungkap Andi.

Andi mewanti-wanti, pentingnya kewaspadaan dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, semisal mengenakan masker dan rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan tidak berkerumun, saat beraktivitas di luar rumah.

“Karena, kita bisa terkena (terjangkit virus SARS-Cov-2), tanpa harus melakukan perjalanan dari luar daerah yang terjangkit. Karena, bukan tidak mungkin banyak OTG di sekitar kita,” pungkas Andi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *