aa

aa
Suhud Hargianto, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang. (Foto Ismail)

BONTANG.NIAGA.ASIA-Potensi wisata di Kota Bontang  perlu  mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Bontang sebab,  dalam tiga tahun terakhir jumlah kunjungan wisatawan meningkat, misalnya tahun 2015 wiasatawan yang ke Bontang  101.679 orang, tahun 2016 meningkat menjadi 103.712 kunjungan dan pada tahun 2017 menembus angka 383.868 orang.

Hal ini diutarakan Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang, Suhud Hargianto saat dihubungi beberapa saat yang lalu, Selasa (9/4/2019). Menurutnya, dengan meningkatnya wistawan ke Bontang, maka Pemkot Bontang perlu merancang kalender tetap event seni budaya, membenahi  dan mengembangkan  destinasi wisata alam.”Ingat arus wisatawan bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat sehingga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk  menjadikan  pariwisata sebagai sektor andalan, Suhud berharap Pemkot Bontang memperbanyak dan meningkatkan kualitas  event atau kegiatan budaya yang selama ini sudah dilaksanakan, bekerjasama dengan lembaga adat yang memang menjadi ujung tombak kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan lokal.

“Jika kegiatan-kegiatan budaya di laksanakan secara rutin, pasti nilai ekonomi pemerintah dan masyarakat bertambah. Kita lihat saja Bali dan Yogyakarta, sekarang dikenal sebagai kota budaya karena mereka mempertahankan budaya mereka dan memperkenalkan ke mancanegara,” kata Suhud.

Ia melihat salah satu aspek yang masih kurang dan perlu disediakan Pemkot Bontang adalah sarana dan prasarana  bagi kegiatan seni budaya, mencetak sumber daya manusia bagi pelestarian dari pengembangan seni budaya. “Pemkot perlu turun langsung ke lapangan melakukan pembinaan kepada masyarakat yang  peduli terhadap pelestarian seni budaya,  membina sanggar seni agar tumbuh minat generasi muda melestarikan kebudayaan lokal.

Untuk mendukung pembangunan sektor pariwisata di Bontang, kata Suhud, maka  perlu dibuat Perda sebagai landasan bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan sektor pariwisata, termasuk menyediakan dana dari APBD setiap tahunnya.

Suhud juga berpendapat, perlu ditetapkan kuliner khas Kota Bontang sebagai menu wajib  dalam acara pemerintahan dan pesta budaya. Pendanaannya dari Pemkot Bontang. Dana juga diperlukan untuk pelestarian dan pengembangan usaha kerajinan yang bercirikan kebudayaan lokal sebagai cinderamata khas Kota Bontang.

Pemkot perlu juga membina dan  memberikan penghargaan kepada masyarakat yang terlibat aktif dalam pelestarian budaya. “Kami tentu berharap, hal ini menjadi stimulant bagi pengembangan perekonomian yang berbasis ekonomi kerakyatan dan tentunya menciptakan lapangan pekerjaan dari sektor pariwisata bagi masyarakat di Kota Bontang,” tukasnya.  (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *