aa
Yakob Manika. (Foto Koran Kaltim)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Anggota DPRD Kaltim, Yakob Manika menginginkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2019  jenjang SMA Negeri/SMK Negeri di Kaltim yang dikelola Pemerintah Provinsi Kaltim berlangsung tertib, tidak seperti PPDB SMP Negeri, dimana banyak diprotes masyarakat.

Hal itu disampaikan Yakob Manika dalam interupsinya yang disampaikan saat berlangsung Rapat Paripurna DPRD Kaltim dalam Agenda Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawab dan Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018 yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kaltim, HM Syahrun HS, Selasa (11/6/2019).

                Menurut Yakob, kunci dari tertibnya PPDB tentu sangat pada upaya yang dilakukan panitia dalam mesosialisakan peraturan tentang PPDB dan panitia serta sekolah-sekolah taat pada ketentuan teknis yang mengatur. “Masih ada waktu untuk menyiapkan proses penerimaan murid baru benar-benar berjalan tertib,” katanya.

Sementara itu Sekretaris PPDB SMA Negeri/SMK Negeri Tingkat Provinsi Kaltim, Mutanto Abdullah ketika diminta tanggapannya atas apa-apa yang diharapkan DPRD Kaltim mengatakan, peraturan umum dan teknis PPDB Tahun Ajaran 2019/2020 sudah disosialisasikan di Forum MKKS (Musyarawah Kerja Kepala Sekolah) se-Kaltim.

Saat ini di kabupaten/kota tengah berlangsung sosialisasi yang diselenggarakan sekolah dengan masyarakat. “Tahapan sosilasi peraturan PPDB sudah dimulai sejak tanggal 9 Mei lalu dan akan berlangsung hingga 23 Juni,” ujarnya. “Kita juga sudah melakukan hearing dengan Komisi IV DPRD Kaltim yang membidangi pendidikan. Dalam hearing sudah dipaparkan persiapan PPDB,” lanjutnya.

Sistem PPDB di Kaltim terbagi dua. Pertama; secara online dilaksanakan di 8 kabupaten/kota, meliputi Samarinda, Balikpapan, Bontang, Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Berau. Kedua; secara manual di Kutai Barat dan Mahulu.

PPDB untuk SMK Negeri tanpa zonasi dan untuk SMA Negeri menggunakan zonasi. Jumlah lulusan SMP/MTs yang bisa ditampung di SMA Negeri/SMK Negeri, kata Mutanto, diperkirakan hanya berkisar antara 65-70%, sisanya 30-35% masuk swasta. “Rincian daya tampung SMA Negeri/SMK Negeri tiap kabupaten, panitia masih menunggu dari masing-masing sekolah,” ujarnya. “Tapi yang jelas, sesuai ketentuan 1 kelas hanya untuk 32 peserta didik,” tambahnya.

Adapun jadwal pelaksanaan PPDB Tahun 2019 sebagai berikut:

Sosialisasi            : 9 Mei-23 Juni

Pra Pendaftara  : 24-28 Juni

Pendaftaran       : 1-5 Juli

Pengumuman   : 8 Juli

Daftar Ulang       : 10-12 Juli

Hari Pertama Sekolah: 15 Juli

Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah: 15-17 Juli

Hari Pertama Proses Kegian Belajar dan Mengajar: 18 Juli

Waktu Pelayanan Pelaksanaan PPDB: Senin-Kamis pukul 08.00-13.00  dan Jumat 08.00-11.00

(001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *