aa
Anggota Yonif 611/Awang Long dan Polresta Samarinda turut membantu pemakaman almarhumah, Herlina (32), hari Minggu (9/6/2019) di Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda. (Foto Penrem 091/ASN)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Anggota Yonif 611/Awang Long dan Polresta Samarinda turut membantu pemakaman almarhumah, Herlina (32), hari Minggu (9/6/2019) di Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda.

Bantuan diberikan setelah pihak suami almarhumah, Abdul Ghofur dan keluarga kesulitan membawa jenazah Herlina dari RS SMC ke rumah duka akibat banjir. Banjir memutus arus lalulintas akibat hujan yang mengguyur Samarinda sejak, Sabtu (8/6) malam hingga Minggu (9/6) pagi ini.

Kepala Penrem 091/ASN, Kapten Arh, Asrul Ashar mengungkapkan, memberikan bantuan kepada keluarga almarhumah hingga ke pemakaman sebagai bentuk penghormatan Yonif 611/Awang Long dan Polresta Samarinda. “Kami merasakan apa yang jadi kesulitan warga,” katanya.

Banjir yang menggenangi jalan hingga ke gang sempit, jenazah tidak dapat disemayamkan terlebih dahulu ke rumah duka, sebelum dimakamkan akibat banjir yang merendam rumah tersebut.

Bahkan jenazah terhambat untuk dipulangkan, dan harus meminta bantuan Basarnas  agar dapat melewati genangan menuju Masjid Nurul Taqwa, Jalan Batu Cermin, Sempaja Utara, Samarinda untuk disemayamkan  keluarga.

Abdul Ghofur suami dari almarhumah, Herlina, 32, warga Batu Cermin, Gang  Unggul yang meninggal dunia di RS Samarinda Medical Centre, setelah mengalami pendarahan usai melahirkan anak mereka menuturkan, setelah dinyatakan meninggal oleh dokter, jenazah sang istri akan langsung dibawa pulang ke rumah mereka.

Namun karena kondisi banjir disertai arus yang deras dan dalam, membuat mobil ambulance yang membawa jenazah tak dapat lewat. “Istri saya meninggal malam tadi, setelah melahirkan anak kami dengan cara caesar. Tapi selesai melahirkan, ternyata mengalami pendarahan hebat dan tidak dapat tertolong,” ungkapnya.

Niatnya langsung  membawa jenazah istri pulang terkendala jalanan banjir cukup dalam,  apalagi menuju rumah arusnya  deras, jadi tidak bisa lewat, tutur Abdul Ghofur. “Kami sekeluarga menga=haturkan  terima kasih tak terhingga kepada anggota (TNI/Polri) yang sudah membantu,” sambungnya. (001)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *