aa

Prajurit Yonif Raider 600/Modang melakukan pemerikasaan dan mengamankan truk bermuatan pakaian bekas rombengan dan karpet dari Malaysia yang tidak dilindungi dokumen impor. (Foto: Satgas Pamtas Yonif Raider 600/Modang)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Truk Nomor Polisi (Nopol) DD 8964 XJ bermuatan pakaian bekas (rombengan) dan karpet asal Malaysia diamankan saat melintasi di pos Tembalang yang dijaga personil Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – Malaysia Yonif Raider 600/Modang, Selasa (9/7/2019)

“Penangkapan truk bermuatan hampir 16 ton tersebut dikarenakan supir truk tidak mampu memperlihatkan dokumen kepemilikan barang illegal,” kata Dansatgas Pamtas Yonif Raider 600/Modang Mayor Infanteri Ronald Wahyudi, Rabu (10/7/2019).

Muatan barang bekas dan karpet Malaysia tertangkap persis didepan pos Tembalang Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Truk berukuran besar tersebut dipenuhi barang-barang dan ditutupi terpal.

Karena truk tersebut mencurigakan, personil jaga pos Tambalang menghentikan dan dilakukan pemeriksaan oleh Danpos Letnan Dua Infanteri Masrianto, sedangkan supir truk  tidak dapat menunjukan surat surat. “Kami dapati truk bermuatan pakaian bekas sejumlah 199 bal dan sejumlah karpet asal Malaysia, kuat dugaan barang-barang untuk diperdagangkan,’ ujarnya.

“Kecurigaan muatan truk barang-barang illegal awalnya disampaikan personel jaga pos Salang. Prajurit disana meminta dilakukan pemeriksaan terhadap truk merah dengan bak berwarna hijau list hitam yang melintas dengan muatan tertutup terpal,” kata Ronald.

Temuan barang illegal ini terjadi pada hari ke empat paska penugasan Yonif Raider 600/Modang menggantikan tugas pengamanan penjaga perbatasan Kabupaten Nunukan yang sebelumnya dilaksanakan Yonif 613/Raja Alam.

“Temuan penangkapan langsung dilaporkan kepada Dan SSK 3 Kapten Infanteri Adi Setiadi Nugroho untuk pemeriksaan lebih lanjut,” bebernya. Dari hasil pemeriksaan awal, supir truk Nopol mengaku bahwa barang-barang rencana akan di bawa menuju Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, melalusi jalur darat.  Barang-barang asal Malaysia tersebut dipastikan masuk ke wilayah Indonesia melalu jalur tikus.

Menurut Ronald, agar semua barang bukti aman, truk beserta muatan sementara ini masih diamankan di Pos Tambalang sambil menunggu proses penyerahan ke  Kepolisian atau Bea Cukai Nunukan sebagai instansi yang berwenang menindak barang illegal.“Pengemudi truk beserta muatannya dan kernet masih di Pos Tembalang, nanti kita serahkan ke pihak berwewang, mereka yang menyelesaikan proses hukumnya,” ujarnya.  Mayor Infanteri Ronald Wahyudi. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *