aa
DPUPR Berau membangun tracking sepanjang 1,8 kilometer mengelilingi Labuan Cermin. (Foto DPUPR Berau)

KABUPATEN  Berau kaya dengan keindahan wisata, salah satunya adalah wisata Labuan Cermin yang berada di Kecamatan Biduk Biduk, yang selalu menjadi daya tarik wisatawan lokal dan luar menikmati keindahan alam sekitarnya. Untuk memanjakan wisatawan yang berkunjung, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) membangun tracking dan gapura disekitar di seputar Labuan Cermin.

Menurut Kepala Bidang Pengembangan Pemukiman, Penataan Bangunan, dan Jasa Kontruksi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Ismiyanto S.T. M.,  Kamis (26/9), jika sebelumnya wisatawan ingin mengelilingi Labuan Cermin harus menggunakan transportasi air, sekarang tidak lagi.

Disebutkan bahwa  DPUPR membangun tracking sepanjang 1,8 kilometer sesuai perencanaan. “jika memang ada jalur yang bagus atau sesuatu yang mengganggu, bisa berkurang panjangnya. Bahannya terdiri dari kayu kelas 1,” papar Ismiyanto.

Karena DPUPR membangun tracking, untuk memudahkan wisatawan mengelilingi Labuan Cermin. Bahkan dengan adanya tracking ini, wisatawan dapat menikmati keindahan Labuan Kelambu dan Danau Asam sekaligus, dengan menggunakan delman yang nantinya akan disediakan.

aa
Danau dua rasa. (Foto Jelajah Indonesia)

“ Jadi wisatawan benar – benar bisa menikamati pemandangan tiga tempat wisata sekaligus yang ada disana. Karena di dalam areal labuan cermin nanti akan ada kuliner, souvenir, delman dan lain sebagainya,” jelas Ismiyanto, saat dalam perjalanan menuju Biduk Biduk meninjau progres pengerjaan proyek tracking yang dikerjakan CV Fajar Indah ini.

Dijelaskan pula, bahwa pembangunan tracking di Labuan Cermin ini dimulai sejak bulan Agustus yang lalu, dengan anggaran APBD provinsi Kaltim sekitar Rp 1,6 milyar, target penyelesaian bulan November mendatang, pembangunan tracking ini semua harus rampung.

“ Jadi nanti ketika wisatawan nanti datang kemudian parkir, menuju Labuan Cermin menggunakan perahu, sesampainya di pelabuhan Labuan Cermin dijemput dengan delman, untuk berkeliling menikmati keindahan alam wisata Labuan Cermin, Labuan Kelambu dengan Danau Asam,” jelasnya.  Setelah itu, sambung Ismiyanto, wisatawan dapat menikmati berbagai jenis kuliner yang ada disana, termasuk buah tangan atau souvenir khas Kabupaten Berau.

Selain memanjakan wisatawan, tujuan pembangunan tracking Labuan Cermin ini untuk meningkatkan UMKM (usaha mikro kecil menengah) masyarakat sekitar. “ Sehingga dari sisi untuk PAD ada pemasukan, dari sisi peningkatan ekonomi masyarakat juga ada,” terangnya.

DANAU DUA RASA

Seperti diketahui Danau Labuan Cermin terletak di Desa Labuan Kelambu di Kecamatan Biduk-biduk Kalimantan Timur yang bisa ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 6 sampai 7 jam dari ibukota Kabupaten Berau, Tanjung Redeb, Kalimantan Timur. Meski perjalanan cukup jauh, rasa lelah akan segera terobati begitu melihat keindahan alam yang ada di Labuan Cermin.

aa
Danau dua rasa. (Foto DPUPR Berau)

Untuk mencapai Danau Labuan Cermin, harus menyewa kapal dari dermaga dengan harga sewa kapal 200.000 untuk perjalanan pulang-pergi, dan akan lebih murah jika datang bersama rombongan. Sesampainya di sana dijamin pengunjung akan dibuat terpana oleh kecantikan danau ini. Danau Labuan Cermin memiliki air yang sangat jernih, bahkan dasar dari danau yang berupa pasir laut inipun bisa terlihat dengan jelas.

Mengapa dinamakan Labuan Cermin? Ini dikarenakan Labuan Cermin memiliki lapisan yang membuat cahaya matahari memantul. Hal tersebut terjadi karena Danau Labuan Cermin memiliki rasa asin yang akan terasa bila kita mengecap air dari permukaan danau, sementara air di dasar danau akan terasa tawar.

Dua jenis air inilah yang membuat danau memiliki sebuah lapisan pemisah sehingga air dapat memantul. Tak jarang juga orang menyebut danau Labuan Cermin ini dengan panggilan ‘Danau Dua Rasa’. Meski terlihat dangkal, harus tetap waspada karena kedalaman danau ini sebenarnya mencapai 4 hingga 5 meter. Pemandangan di sekitar Danau Labuan Cermin sangat menenangkan. Dikelilingi pepohonan rimbun yang membuat suasana sangat teduh, sehingga sangat tepat dijadikan tujuan wisata.

Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, mengembangkan Labuan Cermin sebagai destinasi wisata diawali dengan menetapkan kawasan ini sebagai kawasan konservasi atau kawasan lindung, setelah itu akan dilengkapi sarana penunjang seperti yang sekarang dikerjakan oleh DPUPR Berau , sehingga pengunjung menikmati keindahan danau sejuk yang memiliki dua rasa ini.

aa
Menyelam di danau cantik di Labuan Cermin. (Foto Jelajah Indonesia)

Saat berada di Labuan Cermin, pengunjung dapat melakukan aktivitas berenang, snorkeling dan juga menyelam. Saat menyelam menggunakan kacamata snorkeling, akan terlihat beberapa ikan yang berenang tidak jauh dari permukaan dan ada pula yang jauh di dasarnya. Rasa dari air yang berbeda menyebabkan ikan-ikan terpisah. Ini dapat mempermudah membedakan mana jenis ikan air tawar dan yang mana ikan air laut.

Sebelum menuju ke Labuan Cermin, jangan lupa persiapkan alat snorkeling sendiri atau bagi yang lupa membawanya tidak usah khawatir. Di dermaga tempat penyebrangan terdapat toko penyewaan alat snorkeling beserta pelampungnya.

Bagi yang ingin sekedar bermain air dan bersantai ria di atas ban, di Labuan Cerminnya pun tersedia penyewaan ban dalam mobil bahkan perahu air yang memiliki kaca transparan di bawahnya. Untuk penginapan dapat didapatkan di sekitar Biduk-Biduk dengan harga penginapan yang beragam, yaitu mulai dari seratus ribu rupiah hingga tiga ratus ribu rupiah per malamnya.  Atau untuk para penganut perjalanan murah backpacking, bisa juga menginap di rumah warga di sekitar Biduk-biduk.

Nah dengan adanya tambahan tracking, masyarakat maupun wisatawan bisa pula menikmati keindahan danau dua rasa dengan berjalan jalan ataupun bagi runner yang ingin berlari mengelilingi danau. (008)

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *