
TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Kapasitas produksi air bersih di Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bakal meningkat drastis hingga lebih dari tiga kali lipat, seiring rencana pembangunan instalasi baru dengan kapasitas 250 liter per detik di IPA Bekotok.
Bupati Aulia Rahman Basri, menyampaikan bahwa kapasitas produksi air bersih akan melonjak dari sebelumnya 75 liter per detik menjadi 250 liter per detik.
“Kalau yang sekarang ini kan 75 liter per detik. Nanti akan dibangun intake dengan kapasitas 250 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Tenggarong,” ungkapnya saat monitoring di lokasi, Selasa (28/4/2026).
Lonjakan kapasitas hingga lebih dari tiga kali lipat ini diharapkan Aulia, mampu mengatasi persoalan distribusi air yang selama ini belum merata dan belum mengalir selama 24 jam di sejumlah wilayah.
Dengan tambahan kapasitas tersebut, Bupati Aulia menargetkan tekanan air akan lebih kuat dan jangkauan layanan semakin luas.
“Kita berharap airnya lebih kencang, lebih deras lagi, karena kapasitas yang dibangun jauh lebih besar,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, mengakui bahwa saat ini masih ada wilayah di Tenggarong yang belum menikmati layanan air bersih secara kontinu akibat keterbatasan kapasitas produksi.
Beberapa kawasan seperti Maluhu hingga arah Jahab masih menghadapi kendala distribusi yang belum stabil.
“Dengan penambahan kapasitas ini, kami optimis seluruh wilayah bisa terlayani secara kontinu 24 jam,” terangnya.
Jumlah sambungan rumah di Tenggarong saat ini kata dia, mencapai sekitar 13.800 pelanggan, dengan cakupan layanan hampir 99 persen. Namun, kualitas kontinuitas layanan masih menjadi pekerjaan rumah.
“Pelayanan kita yang memiliki air ekstrem salah satunya adalah Bekotok. Yang memang menggunakan Sungai Tenggarong ini. Kualitas air bakunya ya seperti itu, warnanya coklat. Ini yang perlu kita tingkatkan,” bebernya.
Selain peningkatan kapasitas, proyek ini juga akan menggunakan teknologi pengolahan air berbasis membran yang dinilai lebih modern dan mampu meningkatkan kualitas air, terutama di wilayah Bekotok yang memiliki karakteristik air baku berwarna coklat.
Teknologi ini sebelumnya telah diterapkan di sejumlah daerah seperti Bali dan Nusa Tenggara Barat, dan dinilai cocok untuk diadopsi di Kukar.
Proyek pembangunan intake berkapasitas 250 liter per detik ini lanjut Bupati Aulia Rahman Basri, telah memasuki tahap konstruksi, setelah proses lelang selesai dilakukan.
Pembangunan akan dikerjakan oleh pihak swasta, yakni PT Tiara Cipta Nirwana.
Pemerintah daerah menargetkan progres pembangunan mulai terlihat pada tahun ini, dengan harapan dapat segera mendukung peningkatan layanan air bersih di ibu kota kabupaten.
Tak hanya peningkatan kapasitas produksi, Bupati juga menyoroti pentingnya penguatan jaringan distribusi agar tidak terjadi kebocoran.
Saat ini, tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) masih berada di angka sekitar 38 persen. Ke depan, pemerintah menargetkan penurunan hingga di bawah 30 persen.
“Kalau jaringannya tidak kuat, maka air yang kita produksi akan banyak terbuang. Itu sama saja dengan membuang-buang pendapatan,” tegasnya.
Ke depan, seluruh instalasi pengolahan air di Tenggarong, termasuk Bekotok, Sukarame, dan Bukit Biru, akan diintegrasikan dalam satu sistem agar saling mendukung distribusi.
“Baik Sukarame, Bukit Biru maupun Bekotok, itu akan terintegrasi satu dengan yang lain, sehingga ketiganya bisa saling suplai, serta saling menguatkan satu dengan yang lain,” pungkasnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: Air Bersih