Ajang Pembinaan Atlet, Ribuan Pesilat Ramaikan Kejurnas di Balikpapan

Pembukaan Kejuaraan Nasional Pencak Silat Balikpapan Terbuka II Tahun 2026 di BSCC Dome. (niaga.asia/Heri)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Komitmen terhadap pengembangan olahraga sekaligus pelestarian budaya kembali ditegaskan Pemerintah Kota Balikpapan melalui gelaran Kejuaraan Nasional Pencak Silat Balikpapan Terbuka II Tahun 2026.

Event ini resmi dimulai pada Jumat 24 April 2026, di BSCC Dome Balikpapan. Ada 1.306 pesilat dari berbagai penjuru Indonesia ambil bagian dalam kejuaraan itu.

Kehadiran ratusan atlet dari luar daerah menjadi bukti tingginya minat sekaligus perkembangan pencak silat sebagai olahraga yang sarat nilai budaya.

Asisten I Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Zulkifli, menegaskan kejuaraan ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi muda.

Menurutnya, pencak silat mengandung nilai-nilai penting yang berperan dalam pembentukan karakter.

“Di dalam pencak silat terdapat ajaran disiplin, sportivitas, dan pengendalian diri yang sangat relevan untuk membentuk kepribadian generasi muda,” ujarnya saat membuka Kejurnas.

Dia juga menilai tingginya partisipasi peserta mencerminkan semakin kuatnya eksistensi pencak silat sebagai bagian dari identitas bangsa. Pemerintah Kota Balikpapan pun memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang berkontribusi dalam terselenggaranya ajang ini.

Lebih lanjut, Zulkifli menyebut kejuaraan nasional ini memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kualitas atlet. Selain sebagai ajang uji kemampuan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antar daerah melalui kompetisi yang sehat.

“Harapannya, dari sini akan lahir atlet-atlet unggulan yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

Bagi atlet tuan rumah, kejuaraan ini menjadi kesempatan penting untuk mengasah kemampuan menjelang Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser.

Pengalaman bertanding di level nasional dinilai mampu meningkatkan kesiapan teknis maupun mental.

Di tengah perkembangan zaman, Zulkifli juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya yang terkandung dalam pencak silat agar tidak tergerus modernisasi. Menurutnya, olahraga tradisional ini harus tetap menjadi bagian dari jati diri bangsa.

“Dalam pertandingan, hasil bukan segalanya. Yang lebih utama adalah sikap, karakter, dan semangat menjunjung sportivitas,” tegasnya.

Pemerintah Kota Balikpapan memastikan akan terus mendorong pembinaan olahraga secara berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.

Melalui Kejurnas ini, diharapkan semangat mencintai olahraga dan budaya semakin tumbuh di kalangan generasi muda.

Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi

Tag: