Aksi Simpatik Perempuan Peduli Kaltim Bagikan 200 Bunga di Tengah Aksi Demonstrasi

Pembagian 200 bungan Mawar kepada masyarakat Kaltim di tengah aksi massa di depan Kantor Gubernur Kaltim, Selasa 21 April 2026. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Aksi unjuk rasa massa Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Selasa 21 April 2026, mendadak diwarnai pemandangan kontras.

Di tengah orasi, sekelompok perempuan berkebaya dan mengenakan rok kain batik yang tergabung dalam komunitas Perempuan Peduli Kaltim ini membagikan 200 batang bunga mawar kepada massa dan masyarakat sekitar.

Aksi simpatik ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini hari ini. Kehadiran mereka membawa pesan khusus bahwa kritik terhadap kekuasaan tidak harus disampaikan dengan amarah, melainkan bisa melalui pendekatan kasih sayang dan kedamaian hati.

Unjuk rasa hari ini sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud – Seno Aji. Selama satu tahun terakhir, kepemimpinan mereka dinilai tidak pro rakyat dan kental dengan dinamika politik dinasti yang memicu ketidakpuasan publik.

Perwakilan Perempuan Peduli Kaltim, Santi menjelaskan, aksi ini bukan sekadar seremonial perayaan Hari Kartini, melainkan bentuk dukungan moral bagi warga yang sedang menyuarakan haknya.

“Aksi kali ini bertepatan dengan Hari Kartini, di mana semangat Kartini juga yang mendasari kami melakukan kegiatan membagi bunga kepada masyarakat,” kata Santi.

Santi menekankan perbedaan pendapat dan kritik terhadap pemerintah adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Kendati demikian, dia mengingatkan agar penyampaian aspirasi tidak mengabaikan ketertiban umum, atau memicu perpecahan antarwarga.

Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas di tengah dinamika aksi. Baginya, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun harus disampaikan dengan cara yang tertib dan tidak menimbulkan perpecahan.

“Ya semoga aksi kali ini berjalan dengan damai dan situasi dapat terkendali dan kondusif,” jelasnya.

Di momen Kartini ini juga, Santi menitipkan pesan agar wanita-wanita dapat terus meningkat kemampuannya sehingga dapat berdikari.

“Semoga kita menjadi wanita yang hebat dan modern seperti Kartini,” demikian Santi.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: