
NUNUKA.NIAGA.ASIA – Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan 138 jamaah calon haji (Calhaj) Nunukan di aula serbaguna lantai 5 kantor Bupati Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (01/05).
Dari semua Calhaj, terselip nama sepasang saudara kakak beradik, Andi Yakub dan Andi Nur Syafariyanti. Keduanya berangkat menunaikan rukun islam ke lima tahun 2026 sebagai pengganti dari kedua orangtuanya.
“Saya berangkat menggantikan ibu yang meninggal dunia tahun ini, beliau sudah terdaftar lama sebagai calon haji di Nunukan,” kata Andi Nur Syafariyanti, Minggu (03/05/2026).
Kesedihan Andi Nur Syafariyanti yang kini berusia 22 tahun dan tercatat sebagai calhaj termuda dari Kabupaten Nunukan, tidak hanya karena ditinggal ibunya, sang ayah yang memberikan restu keberangkatan putri ke tanah suci sedang berjuang melawan penyakit demensia onset dini atau young-onset dementia.
Kegagalan kedua orangtuanya menunaikan ibadah haji sempat menimbulkan kesedihan bagi keluarga, Pasalnya, untuk mendapatkan kesempatan berangkat haji butuh waktu panjang menunggu 20 sampai 30 tahun.
“Kami berangkat ke tanah suci membawa amanah besar mewujudkan impian kedua orang tua, semoga niat baik ibu dan bapak dihitung sebagai ibadah,” ucapnya.
Dengan mata berkaca-kaca, Andi Nur Syafariyanti menerangkan, usianya kini genap 22 tahun dan anak paling bungsu di keluarga. Perjalanannya ke tanah suci tidak hanya menunaikan ibadah, tetapi bentuk bakti dan cinta yang tidak terhingga kepada orang tua. Kakak beradik ini bertekad menjalani setiap rangkaian ibadah dengan niat tulus, menghadiahkan doa terbaik kepada ibu dan bapak.
“Sesampainya tanah suci nanti, kami ingin mendoakan ibu semoga segala amal ibadahnya diterima dan diampuni dosa-dosanya semasa hidupnya,” tuturnya.
Begitu pula untuk ayah yang sedang terbaring sakit, Andi Nur Syafariyanti berjanji akan bermohon doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) agar memberikan kesembuhan serta dikembalikan kesehatannya.
“Semoga kami berdua diberikan kesehatan selama menjalankan ibadah haji sebagaimana amanah kedua orang tua,” sebutnya.
Sesuai rencana yang ditetapkan pemerintah, Calhaj Kabupaten Nunukan tergabung dalam kloter 7 dan 8 dengan jadwal keberangkatan dari embarkasi Balikpapan menuju Arab Saudi tanggal 6 – 8 Mei 2026.
Koordinator Penyelenggara Haji Kabupaten Nunukan, H. Asdar menjelaskan Calhaj kloter 7 sebanyak 95 berasal dari pulau Nunukan, sedangkan kloter 8 sebanyak 43 merupakan warga pulau Sebatik.
“Kloter 7 berangkat dari Nunukan menuju kota Tarakan tanggal 4 Mei 2026, adapun kloter 8 berangkat dari Sebatik tanggal 5 Mei 2026,” jelasnya.
Setiba di kota Tarakan, seluruh jamaah calhaj diberangkatkan ke asrama haji kota Balikpapan, guna menjalani pemeriksaan kesehatan dan dokumen administrasi perjalanan dengan durasi waktu 1 hari.
“Seluruh biaya transportasi calhaj menuju asrama haji Balikpapan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Nunukan,” terangnya.
Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan
Tag: Haji