
TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin berkomitmen menjadikan sektor pendidikan sebagai tulang punggung transformasi daerah dari ketergantungan industri ekstraktif menuju sektor non-ekstraktif.
Komitmen itu ditunjukkan melalui alokasi anggaran pendidikan yang mencapai 23 persen dari APBD 2026, atau lebih tinggi 3 persen dari yang diwajibkan pemerintah pusat, sebesar 20 persen.
Menurut Bupati Aulia, pendidikan menjadi kunci utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai prasyarat transformasi ekonomi daerah.
“Kalau kita bicara transformasi dari industri ekstraktif ke non-ekstraktif, maka komponen utamanya adalah SDM. Dan ketika bicara SDM, sektor pendidikan menjadi bagian paling penting,” ungkapnya di Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Senin (4/5/2026).
Dalam memperkuat sektor tersebut, Pemkab Kukar menyiapkan lima strategi utama yang kini dijalankan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Pertama, memastikan kualitas, kuantitas, serta kesejahteraan guru tetap terjamin. Pasalnya, keberadaan guru yang kompeten menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul.
Kedua, pembenahan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya ruang kelas dan fasilitas dasar seperti toilet, agar proses belajar berlangsung nyaman dan layak.
Ketiga, penataan dan pembaruan data pendidikan secara akurat untuk menghindari data fiktif yang berpotensi mengganggu kebijakan.
Keempat, menjamin keberlanjutan pelatihan dan pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Kelima, memastikan perlengkapan sekolah bagi siswa terpenuhi, guna mengurangi kesenjangan yang berpotensi memicu perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
“Kalau kebutuhan dasar anak-anak terpenuhi, maka potensi bullying karena keterbatasan itu bisa kita tekan,” jelasnya.
Selain penguatan sistem pendidikan, program Beasiswa Kukar Idaman akan tetap menjadi prioritas utama. Aulia memastikan tidak ada pengurangan anggaran beasiswa meski terdapat efisiensi di sektor lain.
“Tahun ini tidak ada pengurangan. Total penerima beasiswa sekitar 7.026 orang,” tegasnya.
Program ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah serta membuka akses pendidikan lebih luas bagi masyarakat Kukar, mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menyebut alokasi anggaran 23 persen merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sektor pendidikan.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut juga selaras dengan arah pembangunan nasional melalui program prioritas pemerintah pusat.
“Dukungan anggaran pendidikan di Kukar tidak hanya memenuhi mandatori 20 persen, tapi sudah 23 persen. Di dalamnya termasuk pembiayaan beasiswa dari PAUD hingga perguruan tinggi,” bebernya.
Heriansyah juga menekankan, pembangunan pendidikan di Kukar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik saja, tetapi juga pembentukan karakter.
SDM unggul menurutnya, harus memiliki tiga komponen utama, diantaranya, integritas, keterampilan (skill), dan kompetensi yang tersertifikasi.
Namun, ia menegaskan bahwa faktor integritas justru menjadi penentu utama kesuksesan seseorang.
“Skill dan kompetensi mungkin hanya menyumbang sekitar 30 persen terhadap kesuksesan. Sisanya, 70 persen ditentukan oleh integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan etika,” terangnya.
Dengan strategi-strategi ini, Pemkab Kukar menargetkan agar generasi muda dibdaerah tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi turut menjadi pelaku utama. Lulusan Kukar diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Anak-anak Kukar harus jadi pemain, bukan penonton di daerahnya sendiri. Itu yang sedang kita siapkan lewat pendidikan,” pungkasnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: Pendidikan