Buka KIF 2026, Gubernur: Kepercayaan Investor Terhadap Kaltara Terus Meningkat

Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., membuka Kaltara Investment Forum (KIF) 2026 di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (7/5) pagi. (Foto DKISP Kaltara/Niaga.Asia)

TANJUNG SELOR.NIAGA.ASIA – Realisasi investasi di Kalimantan Utara pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai lebih dari Rp11 triliun atau sekitar 36 persen dari target tahunan sebesar Rp30,550 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Kaltara terus meningkat.  Ini menjadi fondasi kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menyampaikan hal itu dalam sambutannya saat membuka Kaltara Investment Forum (KIF) 2026 di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (7/5) pagi.

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat langkah mendorong pertumbuhan investasi berkelanjutan melalui sektor pariwisata dan hilirisasi industri,” imbuhnya.

Kegiatan bertema “Encouraging Sustainable Investment Growth in North Kalimantan Through Tourism and Downstreaming” ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan investor dalam mendukung transformasi ekonomi daerah.

Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan investor yang hadir dalam forum tersebut. Gubernur menilai tema yang diangkat mencerminkan arah pembangunan Kaltara yang fokus pada penguatan ekonomi berkelanjutan melalui investasi sektor unggulan.

“Peningkatan aktivitas investasi, khususnya pada sektor pariwisata dan hilirisasi, diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat struktur ekonomi yang lebih tangguh,” kata Zainal.

Menurutnya, investasi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, hingga mendukung pengendalian inflasi.

Lebih lanjut, Pemprov Kaltara juga menawarkan sejumlah proyek investasi unggulan yang telah siap ditawarkan kepada investor, mulai dari hilirisasi sektor perikanan seperti udang windu, bandeng, kepiting, dan rumput laut, hingga pengembangan industri peternakan dan pariwisata.

Selain itu, peluang investasi juga terbuka di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) yang saat ini telah diisi sejumlah tenant strategis.

“Saat ini sudah ada tenant seperti PT Kalimantan Aluminium Industri, PT Kaltara Power Indonesia, dan PT Taikun Petrochem. Artinya peluang investasi di Kaltara masih sangat terbuka,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Zainal berharap KIF 2026 dapat memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan kemitraan antara pemerintah dan investor, baik nasional maupun internasional.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Kaltara dengan investor, serta penyerahan cendera mata khas daerah kepada para calon investor yang hadir.

Sumber: DKISP Kalimantan Utara | Editor: Intoniswan

Tag: