Digetok Jukir Liar Rp10.000, Rohim Minta Dishub Tambah Kantong Parkir Saat CFN

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Pelaksanaan malam bebas kendaraan (Car Free Night/CFN) di Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, untuk pertama kalinya dilaksanakan pada Sabtu 18 April 2026 lalu, dikritik DPRD Samarinda.

Salah satunya terkait penambahan ketersediaan kantong parkir di kawasan GOR Segiri yang dikelola Dinas Perhubungan Samarinda.

Kritikan itu bukan tanpa alasan. Sebab saat CFN, juru parkir (Jukir) liar masih menjamur di titik-titik akses menuju area CFN, dan mematok tarif tinggi yang menjadi keluhan masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda Abdul Rohim menerangkan, kapasitas dari ketersediaan kantong parkir di kawasan GOR Segiri dan dekat pusat perbelanjaan Go Mall belum memadai.

Akibatnya, banyak warga yang terpaksa memarkirkan kendaraan di pinggir jalan, yang kemudian dimanfaatkan oleh para Jukir liar.

“Seharusnya Dishub Samarinda dapat mengelola area inti CFN sampai ke daerah pinggirnya yang dapat menjadi akses parkir,” kata Rohim, ditemui di DPRD Samarinda, Kamis 23 April 2026.

Pengalaman saat CFN perdana lalu, Rohim bahkan diminta tarif parkir Jukir liar Rp10.000.

“Tidak masuk akal kan? Jadi, di jalan-jalan sekitar situ ada Jukir liar yang menempatkan mobil dalam posisi tidak tepat di pinggir jalan kiri kanan, dan itu cukup mengganggu,” sebutnya.

“Mestinya teman-teman Dishub memperhatikan kantong parkir, dan semua harus dikelola resmi, agar tidak ada celah parkir liar,” jelas Rohim.

Meski begitu, Rohim pada prinsipnya mendukung penuh konsep CFN selama tujuannya positif seperti pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

“Dampak lain yang bisa dirasakan itu sektor ekonomi. Dengan adanya kumpulan manusia, pelaku ekonomi bisa merasakan manfaat karena bisa berjualan dan menjadi tambahan pemasukan bagi masyarakat,” kata Rohim.

Menurut Rohim, pemilihan waktu CFN setiap Sabtu malam, juga sangat tepat untuk memecah titik kemacetan. Dia juga berharap Dishub dapat menggandeng Dinas Pariwisata Samarinda untuk menghadirkan hiburan di CFN ini, sehingga mampu menyedot pengunjung lebih banyak lagi.

“CFN ini juga menjadi spot pilihan tambahan tempat kunjungan masyarakat selain mal, dan juga itu mampu memecah kemacetan. Apalagi kalau dilakukan di beberapa titik lainnya di Samarinda,” terang Rohim.

Selain itu, politisi PKS ini juga menyarankan pentingnya fasilitas dari pemerintah, agar para pelaku usaha dapat berjualan dengan menempati fasilitas lapak yang disiapkan secara gratis.

“Mungkin bisa saja di kerja samakan, misal dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan lainnya, sehingga fasilitas tenda bisa gratis dan tidak membebani UMKM,” demikian Abdul Rohim.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: