Disdukcapil Soroti Warga Non Permanen yang Tinggal di Balikpapan

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan, Tirta Dewi. (niaga.asia/Heri)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Jumlah penduduk Kota Balikpapan berdasarkan pencatatan administrasi pada semester I tahun 2025 tercatat mencapai 762.595 jiwa.

Data itu menunjukkan adanya penambahan penduduk sebanyak 5.177 jiwa dibandingkan periode sebelumnya, dengan tren pertumbuhan yang dinilai masih stabil dan terkendali.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan, Tirta Dewi, menyampaikan, hingga awal Januari 2026, data kependudukan untuk semester II belum diumumkan oleh pemerintah pusat. Seluruh data resmi, kata dia, dirilis secara berkala setiap enam bulan.

“Data semester kedua memang belum kami terima dari pusat. Biasanya rilis dilakukan pada pertengahan Januari, karena seluruh database kependudukan bersumber dari pemerintah pusat,” kata Dewi, Selasa 13 Januari 2026.

Dia menerangkan, berdasarkan evaluasi internal Disdukcapil, pertumbuhan penduduk Balikpapan pada semester pertama 2025 tidak menunjukkan lonjakan signifikan. Secara demografis, angka kenaikan tersebut masih tergolong normal.

“Total penduduk semester I mencapai 762.595 jiwa. Secara administrasi ada tambahan 5.177 jiwa dan itu masih dalam batas wajar,” ujar Dewi.

Namun demikian, Disdukcapil menaruh perhatian khusus pada tingginya mobilitas penduduk non permanen yang datang dan menetap sementara di Balikpapan.

Kelompok itu, meski tidak berstatus penduduk tetap, turut memanfaatkan berbagai layanan publik di kota Minyak -julukan Balikpapan-.

“Yang datang ke Balikpapan bukan hanya penduduk permanen. Ada juga penduduk non permanen, dan mereka seharusnya melaporkan keberadaan selama berada di kota ini,” tegas Dewi.

Untuk mengoptimalkan pendataan, Disdukcapil berencana memperkuat koordinasi dengan unsur kewilayahan, termasuk ketua RT, agar keberadaan penduduk non permanen dapat terpantau dan tercatat dengan lebih aktif.

“Harapannya tahun ini bisa terbangun kolaborasi dengan RT dan unsur lain. Supaya kita tahu berapa jumlahnya, tinggal di mana, karena mereka juga membutuhkan pelayanan publik di Balikpapan,” tambah Dewi.

Dia juga mengingatkan bahwa lonjakan jumlah penduduk secara besar-besaran biasanya terjadi pada momen tertentu, khususnya saat berlangsungnya proyek nasional berskala besar.

“Lonjakan signifikan pernah terjadi saat proyek RDMP dan proyek strategis nasional, termasuk pembangunan IKN. Saat ini kondisinya relatif normal, tidak seperti periode tersebut,” jelas Dewi.

Pada tahun ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Balikpapan menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketertiban administrasi kependudukan. Salah satu fokus utamanya, meningkatkan kesadaran masyarakat agar rutin memeriksa dan memperbarui data kependudukan sejak dini.

Menurut Dewi, upaya sosialisasi dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai saluran komunikasi, mulai dari media sosial hingga pesan singkat langsung ke Ponsel warga.

“Kami terus mengingatkan masyarakat melalui Instagram, website resmi, sampai kerja sama dengan provider untuk SMS broadcast. Tujuannya agar warga mengurus administrasi kependudukan sebelum benar-benar dibutuhkan,” ujarnya.

Dijelaskan juga, meskipun KTP berlaku seumur hidup, data yang tercantum di dalamnya tetap harus disesuaikan dengan kondisi terkini. Sebab perubahan status pendidikan, pekerjaan, maupun struktur keluarga menjadi informasi penting yang perlu diperbarui secara berkala.

“Contohnya anak yang sudah lulus sekolah lalu bekerja, atau orang tua yang status pekerjaannya berubah. Data seperti itu perlu dicek dan diperbarui,” tegas Dewi.

Disdukcapil menilai pembaruan data sejak awal akan memberikan kemudahan bagi masyarakat saat mengakses berbagai layanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga urusan pekerjaan.

“Kami mengimbau masyarakat tidak menunggu kondisi mendesak. Dengan data yang akurat dan mutakhir, proses pelayanan bisa berjalan lebih cepat dan tertib,” demikian Tirta Dewi.

Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi

Tag: