
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Secara year on year (y-on-y), kinerja ekonomi Kalimantan Timur Triwulan I-2026 dibandingkan dengan Triwulan I-2025 tumbuh sebesar 2,99 persen. Pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2026 didorong oleh capaian kinerja yang positif di sebagian besar lapangan usaha, namun masih tertahan kinerja sektor dominan.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur (BPS Kaltim), Mas’ud Rifai dalam konferensi pers secara daring, Selasa (5/5/2026)
Menurut Mas’ud, pada Triwulan I-2026, kinerja ekonomi di lima belas lapangan usaha tumbuh secara positif. Tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi yaitu Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh sebesar 15,94 persen; lalu Lapangan Usaha Jasa Lainnya tumbuh sebesar 15,78 persen; serta Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh sebesar 14,97 persen.
“Sementara itu, terdapat dua lapangan usaha yang mengalami kontraksi. Kedua lapangan usaha yang mengalami kontraksi yaitu Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 1,19 persen, serta Lapangan Usaha Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 3,05 persen,” ungkap Mas’ud.

Berdasarkan PDRB Kalimantan Timur atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha, struktur perekonomian Kalimantan Timur Triwulan I-2026 belum mengalami perubahan yang berarti.
Mas’ud menambahkan, lima lapangan usaha yang mendominasi perekonomian Kalimantan Timur antara lain Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian dengan peranan sebesar 33,45 persen; lalu diikuti oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 19,39 persen; Lapangan Usaha Konstruksi sebesar 11,65 persen; Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 9,49 persen; dan Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 8,49 persen.
“Jika diamati sumber pertumbuhan secara y-on-y, maka terdapat lima belas lapangan usaha yang memberikan andil positif dan dua lapangan usaha yang memberikan andil negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur Triwulan I-2026,” ujarnya.
Tiga lapangan usaha yang memberikan andil positif terbesar pada pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yaitu Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,98 persen; lalu Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 0,60 persen; serta Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 0,34 persen.
Sementara itu, dua lapangan usaha yang memberikan andil negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yaitu Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 0,53 persen, serta Lapangan Usaha Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 0,05 persen.
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan
Tag: Ekonomi Kaltim