Ekonomi Triwulan III-2023 Menurut Bank Indonesia Tetap Baik

Industri pulp dan kertas. (Foto HO/NET)

JAKARTA.NIAGA.ASIA – Perkembangan terkini menunjukkan kegiatan ekonomi pada triwulan III 2023 tetap baik, sebagaimana tecermin pada perkembangan penjualan eceran, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur, dan ekspektasi penghasilan.

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan tetap berada dalam kisaran proyeksi 4,5-5,3%. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan hal tersebut usai memimpin Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 23-24 Agustus 2023, hari ini, Kamis (24/8/2023).

Dikatakan, perekonomian Indonesia tumbuh kuat didukung oleh permintaan domestik. Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2023 tercatat sebesar 5,17% (yoy), meningkat dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy).

“Sumber pertumbuhan terutama dari kuatnya permintaan domestik sejalan dengan kenaikan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan pemerintah serta peningkatan investasi, di tengah kinerja ekspor yang menurun karena melemahnya perekonomian dan harga komoditas dunia,” kata Perry.

Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), seluruh sektor mencatat pertumbuhan positif dengan pertumbuhan yang tinggi tercatat pada sektor jasa, seperti Transportasi dan Pergudangan, Akomodasi dan Makan Minum, serta Perdagangan Besar dan Eceran.  Secara spasial, pertumbuhan sebagian besar wilayah meningkat dengan pertumbuhan tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua.

Defisit transaksi berjalan tercatat rendah

Menurut Perry, pada triwulan II 2023, defisit transaksi berjalan tercatat rendah, meskipun saat bersamaan harga komoditas menurun dan ekonomi global melambat serta permintaan domestik meningkat. Sementara itu, defisit transaksi modal dan finansial terkendali di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. 

Perkembangan terkini triwulan III 2023 menunjukkan neraca perdagangan kembali surplus pada Juli 2023 sebesar 1,3 miliar dolar AS. Aliran modal asing ke pasar keuangan domestik berlanjut dengan investasi portofolio hingga 22 Agustus 2023 (qtd) tercatat net inflows sebesar 0,2 miliar dolar AS.

“Posisi cadangan devisa akhir Juli tercatat tetap tinggi sebesar 137,7 miliar dolar AS, atau setara pembiayaan 6,2 bulan impor atau pembiayaan 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” kata Perry lagi.

Ke depan, Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada 2023 diprakirakan tetap baik dengan transaksi berjalan terjaga dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB.

“Neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan juga terjaga, ditopang oleh aliran masuk modal asing dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA) dan investasi portofolio, sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional,” demikian gubernur BI.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan 

Tag: