Geger Isu Marger dengan Partai Gerindra, NasDem Kaltim Desak Tempo Beri Klarifikasi

Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Kalimantan Timur dan kader NasDem se Kaltim menyampaikan sikap resmi meminta Tempo untuk memberikan klarifikasi terkait berita merger  NasDem dengan Partai Gerindra (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Perselisihan antara Partai NasDem dengan Majalah Tempo di tingkat pusat merembet hingga ke daerah. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Kalimantan Timur (Kaltim) secara resmi menyampaikan pernyataan sikap dan menuntut klarifikasi dari pihak redaksi Tempo terkait pemberitaan tersebut.

Perselisihan ini bermula dari laporan Majalah Tempo edisi 13-16 April 2026 yang menampilkan ilustrasi kartun Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dengan tajuk utama PT NasDem Indonesia Raya Tbk.

Melalui unggahan di media sosialnya Tempo juga menarasikan adanya pertemuan tertutup antara Presiden Prabowo Subianto yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang memicu spekulasi penggabungan (merger) antara Partai NasDem dan Partai Gerindra.

Bendahara DPW NasDem Kaltim, Saefuddin Zuhri menyatakan bahwa narasi yang dibangun dalam pemberitaan tersebut tidak elok dan berpotensi menggiring opini negatif. Pihaknya secara tegas membantah isu peleburan partai yang santer diberitakan.

“Kita membantah isu marger partai tersebut, karena PT NasDem masih kokoh berdiri sendiri dan tetap tidak bergabung dengan partai manapun,”katanya di Kantor DPW NasDem Kaltim jalan KH. Wahid Hasyim 2, Rabu (15/4/2026).

Selain itu, NasDem Kaltim juga menilai pemberitaan Tempo tersebut tidak proporsional, tidak berimbang, dan mengandung framing yang merugikan kehormatan Partai NasDem.

Di mana salah satunya penggunaan judul PT NasDem Indonesia Raya Tbk bukan sekadar kekeliruan redaksional,  tetapi merupakan bentuk konstruksi opini yang menyederhanakan secara keliru, bahkan menurunkan jati diri Partai NasDem sebagai institusi politik.

“Kami menilai, keseluruhan narasi yang dibangun dalam laporan tersebut cenderung inisiatif, menggiring persepsi, dan berpotensi menyesatkan publik,”ujarnya.

Saefuddin juga menyoroti adanya poin pemberitaan yang menyangkutpautkan kepentingan pribadi Ketua Umum Surya Paloh dengan kepentingan partai. Ia berharap pihak media dapat memberikan penjelasan yang valid atas dasar informasi tersebut.

Pernyataan sikap ini bukan merupakan instruksi atau perintah dari dewan pimpinan pusat (DPP), melainkan murni inisiatif dan aspirasi dari kader-kader NasDem di tingkat kabupaten/ kota di Kalimantan Timur.

Menurutnya, seluruh kader di daerah merasa perlu meluruskan informasi agar tidak terjadi kesimpangsiuran di masyarakat.

“Partai NasDem di seluruh daerah di Indonesia solid untuk menjawab hal tersebut. Jadi buka perintah melainkan aspirasi kader. Setelah ini aspirasi para kader di tingkat kabupaten/kora akan kita sampaikan ke DPP NasDem,”jelasnya

Selanjutnya, NasDem Kaltim menunggu respons dari pihak Tempo. Saefuddin menekankan bahwa klarifikasi publik sangat diperlukan untuk menjaga hubungan baik antara institusi politik dan pers.

Namun, jika permintaan tersebut diabaikan, pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya langkah hukum.

“Jika tempo tidak melakukan klarifikasi, somasi sudah jelas diberikan kepada Tempo,”demikian Saefuddin Zuhri

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Intoniswan

Tag: