Harimau Pengusaha Samarinda Tewaskan Suprianda Dikandang di Area Rumah Mewah

Kandang berikut harimau disimpan di dalam bangunan mirip rumah di bagian paling belakang bangunan pojok kiri pada gambar di atas. Sekitarnya berkeliling beton sebagai pembatas dengan permukiman warga. Gambar diambil Sabtu 18 November 2023 (niaga.asia/Saud Rosadi)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Suprianda, 27 tahun, tewas diterkam harimau peliharaan majikannya, Sabtu 18 November 2023. Lokasi kandang harimau itu berada di bangunan beton, di lingkungan rumah mewah di Jalan KH Wahid Hasyim II, Samarinda.

niaga.asia berkesempatan ke lokasi kejadian sekitar pukul 17.53 Wita. Lokasi rumah dikabarkan seorang pengusaha itu ada di pinggir jalan. Masuk ke area rumah itu, melewati dua pintu gerbang.

Area itu memanjang ke belakang, tidak kurang dari 100 meter. Di pertengahan setelah pintu gerbang kedua, ada bangunan rumah tampak mewah di sisi kiri. Sedangkan sisi kanan adalah tembok beton yang juga memanjang ke belakang.

Gerbang ketiga menuju ke bangunan beton mirip rumah tinggal yang di dalamnya terdapat harimau dalam kandang (niaga.asia/Saud Rosadi)

Melewati gerbang kedua, ada lagi gerbang ketiga. Di area itu cukup luas. Ada bangunan beton mirip rumah tinggal tiga lantai, dan di bawahnya atau lantai dasar, terdapat ruangan berpintu besi baja.

Di dalam bangunan berpintu baja itu ternyata tersimpan kandang berikut harimau yang menerkam Suprianda hingga tewas mengenaskan, dengan luka mengenaskan di lehernya.

Baca jugaSuprianda Tewas Diterkam Harimau Majikannya di Samarinda

Sekeliling area itu berkeliling tembok beton. Di sisi luar adalah permukiman warga. Dikabarkan di lokasi kejadian, pria pemilik harimau yang dikabarkan seorang pengusaha itu berada di Polresta Samarinda.

“Benar-benar tidak menyangka kalau di dalam pelihara harimau. Tahunya pas kejadian ini,” kata warga sekitar depan rumah itu ditemui niaga.asia, Sabtu 18 November 2023 malam.

Harimau penerkam Suprianda berada di dalam kandang, Sabtu 18 November 2023 (istimewa/Pandu S)

Petugas BKSDA Kaltim pun sempat terkejut ada warga Samarinda memelihara harimau, yang diperkirakan adalah harimau Sumatera.

“Sampai sekarang belum ada, belum dengar ada izin terkait kepemilikan harimau di Samarinda. Dengan kata lain, ini ilegal,” kata Adi Wibawanto, Kepala BKSDA Kalimantan Timur, ditemui di lokasi kejadian.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag: