Hati-hati! Banyak Maling Meteran Air di Samarinda

Warga kembali mengabarkan kehilangan meteran air di Samarinda, Rabu (22/12) pagi. Aksi pencurian sudah berlangsung hampir dua bulan terakhir. Biaya meteran baru jadi tanggungan pelanggan. (Foto : istimewa/Info Taruna Samarinda)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pelanggan air bersih PDAM dibikin gigit jari. Tidak sedikit mereka kehilangan meteran air akibat dicuri. Polisi sedang menyelidiki kasus itu. Sementara bagi pelanggan, penggantian meteran baru yang hilang dicuri menjadi tanggungjawab pelanggan.

Kejadian pencurian meteran air kerap disampaikan warga melalui WhatsApp Messenger. Lokasinya bergantian. Di antaranya di kawasan Sambutan dan Samarinda Ilir, yang masuk wilayah hukum Polsek Samarinda Kota.

Dalam pertemuan bersama warga di Sungai Kapih belum lama ini misalnya. Kepolisian kembali menerima informasi warga yang kehilangan meteran air mereka.

“Benar. Kalau laporan resmi memang belum ada. Pengaduan ke RT ada (warga kecurian meteran air). Untuk itu saya sarankan kepada RT untuk mendatakan dan laporan resmi ke kita,” kata Kapolsek Samarinda Kota AKP Creato Sonitehe Gulo, dikonfirmasi Niaga Asia, Rabu (22/12).

Gulo menerangkan, personel opsnal Reskrim Polsek Samarinda Kota sendiri sudah turun ke lapangan melakukan monitoring dsn penyelidikan.

“Kami lakukan lidik (penyelidikan) karena pencurian ini sudah agak meresahkan warga ya. Kerugiannya memang kecil tapi kejadian berulang kali. Kami imbau masyarakat lapor ke kami,” ujar Gulo.

“Jadi dengan laporan itu, kita punya database untuk kita petakan dimana saja pergerakan para pelaku ini, dan kita bisa update terus dari laporan masyarakat. Meski begitu (belum ada laporan warga), tetap kita sedang lidik,” tambah Gulo.

Masih disampaikan Gulo, informasi maraknya pencurian meteran air ini sudah diketahui kepolisian hampir dua bulan ini.

Kapolsek Samarinda Kota AKP Creato Sonitehe Gulo memperlihatkan barang bukti kasus uang palsu, Senin (29/11/2021) (Foto : Niaga Asia)

“Info warga kecurian meteran air ini dari lidik awal kita sudah satu dua bulan ini ya. Pelaku ini mencuri karena meteran itu ada nilai jualnya kan? Sedangkan pentingnya meteran air ini kan untuk warga memantau penggunaan konsumsi air,” terang Gulo.

Biaya Meteran Baru Ditanggung Pelanggan

Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda Lukman menerangkan, biaya pergantian meteran air baru menjadi tanggungan pelanggan. Harganya Rp 466 ribu per meteran air.

“Pembelian meteran batu, ada form isian dan kwitansinya nanti. Bisa langsung ke wilayah terdekat dengan domisili pelanggan tinggal. Kita ada empat wilayah. Seberang masuk wilayah IV, Jalan Kadrie Oening wilayah III, Jalan Merdeka wilayah II dan kantor pusat wilayah I,” kata Lukman, dikonfirmasi Niaga Asia.

Lukman menerangkan, dari serangkaian informasi kejadian pelanggan kecurian meteran air yang dia ketahui, para pelaku kerap berpindah tempat. Seperti di Samarinda Seberang, lalu keliling wilayah Sambutan dan Samarinda Ilir.

“Mereka (pelaku) ini bermotor, bukan pemulung. Tapi memang profesinya begitu (mencuri meteran air). Ada boks di motornya,” ujar Lukman.

“Ada kejadian yang terekam CCTV warga. Pelaku pakai motor berboncengan. Tidak sampai 5 menit (pelaku mencuri meteran air). Kemudian dibiarkan begitu saja air keluar. Kalau dari tim distribusi, kami mengamankan air sampai pelanggan menyelesaikan pembelian meteran baru,” tambah Lukman.

“Jadi, warga sebagai pelanggan kehilangan dua hal. Kehilangan layanan air bersih, dan biaya lagi beli meteran air. Jadi kami imbau warga kalau melihat oknum gelagat mencurigakan, amankan saja dulu,” ungkap Lukman.

Masih dari informasi warga yang diterima, maling meteran air ini kerap beraksi di waktu pagi hari dan subuh. “Di waktu rumah kosong, meteran jauh dari permukiman, perumahan. Utamanya meteran yang tidak disemen. Kalau disemen, pelaku juga kesulitan mencurinya,” jelas Lukman.

Masih disampaikan Lukman, dia mengimbau pelanggan menyemen meteran airnya. “Kalau bisa disemen. Ya memang ini aksi kambuhan dan profesional. Tahun kemarin sempat mereda, dan ini pasti ada penadahnya. Kami imbau juga kepada penerima besi tua, tidak menerima meteran air karena bisa dijerat sebagai penadah,” tegas Lukman mengingatkan.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

 

 

Tag: