
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pertumbuhan jumlah penduduk dan tingginya aktivitas pekerja pendatang mulai memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan Balikpapan.
Fenomena kemacetan di sejumlah ruas jalan kota itu, dinilai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Dapil Balikpapan sebagai indikator kota tersebut tengah bertransformasi menjadi kota besar, sering perpindahan ibu kota negara ke Kaltim.
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh menerangkan, kepadatan lalu lintas di Balikpapan tidak terlepas dari tingginya mobilitas warga pendatang yang datang untuk bekerja. Menurutnya, keramaian ini adalah konsekuensi logis dari daya tarik kota yang kian meningkat.
“Kalau kita lihat sekarang memang mulai padat di jalanan Kota Balikpapan. Pendatang juga semakin banyak,” kata Abdulloh, ditemui di Gedung E DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, belum lama ini.
Abdulloh memaparkan bahwa jumlah penduduk Balikpapan saat ini tercatat sekitar 760 ribu jiwa. Namun demikian, angka itu bisa meningkat drastis pada siang hari. Hal ini disebabkan oleh banyaknya warga dari luar daerah yang masuk ke Balikpapan untuk beraktivitas maupun bekerja.
Mobilitas yang tinggi itu berdampak pada peningkatan kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan. Meskipun demikian, dia menilai kemacetan kendaraan ini menjadi salah satu tanda kota mulai berkembang.
“Nah itu juga salah satu yang membuat Kota Balikpapan mulai macet. Tapi kalau sebuah kota sudah mulai macet, biasanya itu tanda-tanda kota tersebut akan menuju kota besar,” jelasnya.
Di sisi lain, pesatnya kedatangan penduduk baru juga memunculkan kekhawatiran bagi sebagian warga lokal.
Beberapa masyarakat mengeluh semakin sulit mendapatkan lahan atau tanah untuk membangun tempat tinggal. Hal ini dipicu oleh masifnya pembangunan perumahan yang banyak diminati oleh para pendatang
Abdulloh menepis anggapan bahwa lahan di Balikpapan sudah habis. Dia menilai pandangan masyarakat tersebut tidak sepenuhnya benar.
Selain itu, menurutnya harga lahan di beberapa kawasan perumahan sebenarnya masih relatif terjangkau bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian.
“Masih banyak lahan di sana. Bahkan ada yang dijual murah juga, tapi belum semuanya terisi,” demikian Abdulloh.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: BalikpapanDPRD KaltimKependudukanPertumbuhan