Latihan Perang Iran di Teluk Peringatan Bagi Israel

Sebuah ledakan terlihat di permukaan air di belakang seorang anggota Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) selama latihan militer bersama yang disebut ‘Nabi Besar 17’ di barat daya Iran, dalam gambar ini diperoleh pada 22 Desember 2021. (IRGC/ WANA (Kantor Berita Asia Barat)/Handout via REUTERS)

TEHERAN.NIAGA.ASIA – Latihan perang yang dilakukan minggu ini oleh Iran di Teluk bertujuan untuk memperingatkan Israel. Demikian pernyataan komandan militer tinggi Iran pada Jumat (24/12), di tengah kekhawatiran atas kemungkinan rencana Israel untuk menargetkan serangan ke situs nuklir Iran.

Latihan perang Pengawal Revolusi termasuk menembakkan rudal balistik dan jelajah. Televisi pemerintah menunjukkan rudal meratakan target yang menyerupai reaktor nuklir Dimona Israel pada akhir latihan hari Jumat.

“Melalui simulasi fasilitas atom Dimona, Pengawal Revolusi berhasil berlatih menyerang pusat kritis rezim Zionis ini dalam latihan misilnya,” kata kantor berita semi-resmi Tasnim, dikutip Niaga Asia dari kantor berita REUTERS, Sabtu (25/12)

“Latihan-latihan ini memiliki pesan yang sangat jelas: peringatan yang serius, nyata … terhadap ancaman oleh otoritas rezim Zionis agar berhati-hati terhadap kesalahan mereka,” kata kepala Pengawal Jenderal Hossein Salami di TV pemerintah.

“Kami akan memotong tangan mereka jika mereka melakukan langkah yang salah. Jarak antara operasi yang sebenarnya dan latihan militer hanya mengubah sudut peluncuran rudal,” tambah Salami.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri mengatakan 16 rudal balistik dari kelas yang berbeda telah ditembakkan secara bersamaan dan telah menghancurkan target yang telah ditentukan.

Inggris mengutuk peluncuran rudal balistik selama latihan perang.

“Tindakan ini merupakan ancaman bagi keamanan regional dan internasional, dan kami menyerukan Iran untuk segera menghentikan kegiatannya,” kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.

Dilansir media pemerintah Iran, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menolak pernyataan Inggris itu sebagai “campur tangan dalam kapasitas pertahanan Iran.

Iran mengatakan rudal balistiknya memiliki jangkauan 2.000 km (1.200 mil) dan mampu mencapai basis musuh bebuyutan Israel dan AS di wilayah tersebut.

Iran memiliki salah satu program rudal terbesar di Timur Tengah. Senjata seperti itu sebagai kekuatan pencegah dan pembalasan yang penting terhadap AS dan musuh lainnya jika terjadi perang.

Israel, yang menentang upaya kekuatan dunia untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Teheran 2015, telah lama mengancam aksi militer jika diplomasi gagal. Iran mengatakan ambisi nuklirnya adalah damai.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz telah meminta kekuatan dunia untuk tidak membiarkan Iran bermain-main dalam negosiasi nuklir, dalam reses atas permintaan Iran dan dijadwalkan untuk dilanjutkan Senin depan.

Israel secara luas diyakini sebagai satu-satunya negara Timur Tengah dengan persenjataan nuklir.

Sumber : REUTERS | Editor : Saud Rosadi

Tag: