Massa Ingin Lagi Mendemo Gubernur Terkait Pergantian Direksi dan Komisaris Bankaltimtara

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Baru sehari selesai mendemo Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud terkait pemborosan anggaran dan gaya hidup mewahnya, ada lagi massa yang ingin demo  terkait keputusan gubernur mengganti direksi dan komisaris PT BPD Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) dengan alasan, keputusan gubernur tersebut dalam rangka memperkuat dinasti keluarganya di Kaltim.

“Betul, saya juga mendengar isu itu, ingin mendemo gubernur terkait keputusannya mengganti direksi Bankaltimtara yang belum habis masa jabatannya dengan “orangnya”, begitu pula dengan komisaris utama Bankaltimtara,” ungkap Direktur Lembaga Swadaya Rakyat Kaltim, Muhammad Ridwan kepada Niaga.Asia, Rabu (22/4/2026).

Menurut Ridwan, massa belum puas dan ingin menghentikan meluasnya pengaruh orang-orang gubernur hingga BUMD yang sangat dibanggakan rakyat Kaltim, yaitu Bankaltimtara. Menurut informasi, lanjut Ridwan, proses adanya pemilihan direksi baru dan komisaris baru Bankaltimtara, tidak terbuka di media massa, hanya di website Bankaltimtara.

“Kalau massa betuk-betul ingin mendemo soal pergantian direksi dan komisaris Bankaltimtara berjilid-jilid, atau berulang-ulang, ini bisa membahayakan Bankaltimtara sendiri, bisa hilang kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.

Calon Dirut Bankaltimtara yang baru, Romy Wijayanto dan Amri Mauraga diperkenalkan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dalam RUPS Bankaltimtara Tahun Buku 2025, 05 Maret 2026 di Balikpapan. (Foto Dok Niaga.Asia)

Untuk diketahui, Rudy Mas’ud tidak hanya mempercepat pergantian Direktur Utama PT BPD Kaltim Kaltara (Bankaltimtara), Muhammad Yamin, tapi juga mengganti dua direktur dan Komisaris Utama Independen Bankaltimtara.

Berdasarkan Pengumuman Penjaringan Calon Pengurus PT BPD Kaltim Kaltara, tanggal 26 September 2025, Penjaringan Calon Pengurus PT BPD Kaltim Kaltara oleh LPPI akan dimulai dari tanggal 26 September 2025 pukul 13.00 WITA sampai dengan tanggal 10 Oktober 2025 pukul 23.59 WITA.

Pengurus Bankaltimtara yang diganti seluruhnya ada 4, yaitu Dirut, Muhammad Yamin,  Direktur Kredit, Siti Aisyah, dan Direktur Operasional dan Manajemen Risiko, Yenny Israwati, serta  Komisaris Utama Independen yang sekarang ini dijabat Enny Rochaida.

Direktur Utama Bankaltimtara (sekarang ini) diganti lebih cepat dua tahun dari masa jabatan berakhir adalah Muhammad Yamin. Yamin adalah Periode Pertama sebagai Dirut 2020-2024 dan Periode Kedua 2024-2028. Periode Kedua Muhammad Yamin sebagai Dirut diangkat  dalam RUPS Lainnya Tahun 2024, tanggal 5 April 2024 dan ditetapkan berdasarkan SK Gubernur Kaltim No. 100.3.3.1/K.245/2024.

Kemudian, Direktur Kredit, Siti Aisyah, yang juga akan diganti adalah Periode Pertamanya sebagai Direktur Kredir (2022-2025), diangkat berdasarkan hasil RUPS Sirkuler Tanggal 11-24 Februari 2025 dan ditetapkan dengan SK Gubernur Kaltim No. 500/K.166/2022.

Ribuan massa mendemo Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, Selasa (21/4/2026). (Foto Niaga.Asia/Nur Asih Damayanti)

Selanjutnya, Direktur Operasional dan Manajemen Risiko, Yenny Israwati, juga diganti lebih cepat satu tahun dari masa berakhir jabatannya. Yenny sekarang ini adalah Periode Pertama (2023-2027) sebagai Direktur Operasional dan Manajemen Risiko.

Yenny diangkat dalam jabatannya sebagai Direktur Operasional dan Manajemen Risiko dalam RUPS Sirkuler Tanggal 27 Desember 2022 dan ditetapkan berdasarkan SK Gubernur Kaltim No. 500/K.79/2023.

Sementara Komisaris Utama Independen yang baru nantinya menggantikan Komisaris Utama Independen Zainuddin Fanani. Zainuddin Fanani adalah Komisaris Utama Independen Periode 2021-2024. Setelah masa jabatannya berakhir, yang menjadi Plt Komisaris Utama Independen adalah Eny Rochaida.

Eny Rochaida sendiri adalah anggota Dewan Komisaris Independen, yang berada di Periode Pertama (2024-2027). Eny Rochaida diangkat sebagai Komisaris utama Independen berdasarkan RUPS Lainnya Tahun 2023 dan ditetapkan berdasarkan SK Gubernur Kaltim No. 100.3.3.1/K.903/2023.

Tentang nama-nama  direksi baru dan satu nama komisaris utama independen yang sudah ditetapkan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud belum ada pengumuman resmi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Nama-nama baru yang terungkap secara informal sebagai pengganti Dirut  Muhammad Yamin adalah Romy Wijayanto atau Amri Mauraga. Keduanya sudah lulus tes dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: