
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Massa aksi menamakan diri Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim beserta mahasiswa di Kalimantan Timur (Kaltim) merasa terhina lantaran mereka gagal menemui Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud hingga pukul 16.30 Wita sore ini.
Kekecewaan demonstran semakin menjadi-jadi, lantaran sekeliling pagar Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada benar-benar dijaga ketat, dan dipasangi kawat berduri. Barikade besi tersebut dinilai sebagai simbol penolakan pemimpin terhadap rakyatnya.
Koordinator Lapangan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim Lukman Nil Hakim mengatakan, aksi yang berlangsung sejak pagi hari di kantor DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar Samarinda sebenarnya berlangsung kondusif. Namun, perlakuan berbeda mereka terima saat bergeser ke kantor Gubernur Kaltim.
“Di kantor DPRD Kaltim, seluruh fraksi dan anggota dewan keluar menemui kita serta menandatangani pakta integritas. Tapi di sini (Kantor Gubernur), kita disambut tidak ramah dengan pagar kawat berduri,” kata Lukman di sela aksi mereka di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa 21 April 2026.
Menurut Lukman, keberadaan kawat berduri tersebut menjadi sinyal negatif dari seorang pemimpin daerah. Dia menegaskan massa tidak akan membubarkan diri sebelum Rudy Mas’ud keluar memberikan penjelasan langsung terkait berbagai tuntutan masyarakat.
“Pagar kawat berduri ini menandakan dia anti rakyat. Padahal rakyat hanya ingin mempertanyakan kebijakan kepada pemimpin daerahnya. Kami tidak akan bubar sampai Gubernur menemui kami,” tegas dia.

Massa juga menyoroti adanya dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang dianggap semakin menjalar.
Lukman melihat adanya penempatan orang-orang terdekat Rudy Mas’ud dalam posisi strategis di pemerintahan yang dinilai menyakiti rasa keadilan masyarakat.
Selain itu, kebijakan penghapusan BPJS PBPU-BP di beberapa daerah turut menjadi sorotan tajam, karena dianggap tidak pro rakyat.
“Kami minta evaluasi kebijakan Gubernur yang tidak prorakyat untuk dibenahi dan DPRD diminta untuk mengevaluasi kerja Gubernur secara total,” sebut Lukman.
Masih disampaikan Lukman, kepemimpinan Rudy Mas’ud selama satu tahun terakhir belum memberikan dampak perubahan signifikan bagi kesejahteraan Kalimantan Timur. Dia bahkan secara lantang meminta Rudy Mas’ud untuk mundur dari jabatannya karena dianggap telah kehilangan legitimasi.
“Kami meminta Pak Rudy Mas’ud untuk mundur saat ini juga. Sudah satu tahun memimpin tidak ada dampak perubahan, justru kebijakannya menyakiti rakyat. Pemasangan kawat duri ini adalah bentuk penghinaan nyata bagi masyarakat Kaltim,” pungkasnya.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: DemonstrasiRudy Mas'udSamarinda