PDRB Kota Samarinda Tahun 2025 Naik Rp8,21 Triliun Dibandingkan 2024

Proyeksi konstruksi pemerintah kota Samarinda turut menaikkan sumbangan lapangan usaha konstruksi sampai 22,46 persen  atau terbesar terhadap PDRB Samarinda tahun 2025. (Nur Asih Damayanti/Niaga.Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Samarinda atas dasar harga berlaku pada tahun 2025 mencapai 106,62 triliun rupiah. Secara nominal, nilai tersebut meningkat sebesar 8,21 triliun rupiah dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar 98,42 triliun rupiah. Peningkatan nilai PDRB Samarinda  ini didorong oleh pertumbuhan pada hampir seluruh lapangan usaha.

Demikian dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda dalam Publikasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Samarinda Menurut Lapangan Usaha Tahun 2021-2025 yang dirilis 06 April 2026.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Samarinda atas dasar harga konstan 2010 meningkat dari 58,25 triliun rupiah pada tahun 2024 menjadi 61,87 triliun rupiah pada tahun 2025. Dengan demikian, ekonomi Kota Samarinda pada tahun 2025 tumbuh sebesar 6,22 persen.

Sumber BPS Samarinda

Pertumbuhan ekonomi 6,22 persen ini mencerminkan membaiknya kinerja perekonomian Samarinda yang didukung oleh peningkatan aktivitas pada berbagai lapangan usaha sepanjang tahun 2025, meski lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 8,66 persen.

Menurut BPS, dalam lima tahun terakhir, struktur perekonomian Kota Samarinda menunjukkan dominasi yang kuat dari sektor konstruksi. Kontribusi sektor ini terhadap pembentukan PDRB Kota Samarinda berkisar antara 20 hingga 24 persen, menjadikannya sebagai lapangan usaha dengan peranan terbesar dalam perekonomian daerah.

Di sisi lain, sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, secara konsisten menempati posisi kedua dengan kontribusi sekitar 16 hingga 18 persen. Sementara itu, Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian menempati posisi ketiga dalam struktur perekonomian Kota Samarinda pada periode 2021 hingga 2023.

“Namun demikian, pada tahun 2024 hingga 2025 terjadi pergeseran struktur, di mana posisi ketiga ditempati oleh Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan,” ungkap BPS.

Dua posisi terbawah di dalam struktur perekonomian Kota Samarinda dalam kurun lima tahun terakhir ditempati oleh Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas; serta Lapangan Usaha Pengadaan Air, Pengelolaan sampah, Limbah, dan Daur Ulang.

Penulis: Intoniswan  | Editor: Intoniswan | Advertorial

Tag: