
TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Penandatanganan kerja sama antara PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) dengan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk dan PT Bayu Buana Gemilang menandai langkah awal Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendorong transformasi Perusda agar terlibat langsung dalam pengelolaan dan pemanfaatan gas bumi.
Selama ini kata Bupati Aulia Rahman Basri, Perusda di Kukar belum memiliki peran yang signifikan dalam mengelola komoditas utama daerah, seperti tambang maupun perkebunan.
“Kalau kita lihat hari ini, tidak ada satu pun Perusda kita yang punya usaha berkaitan dengan raw material utama di Kukar. Tidak ada yang punya IUP tambang, tidak ada juga yang punya HGU sawit. Padahal kita ini daerah penghasil,” ungkapnya menjawab pertanyaan Niaga.Asia, Jumat (17/4/2026).
Penandatanganan kerja sama antara PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) dengan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk dan PT Bayu Buana Gemilang berlangsung di Paris Meeting Room, Lantai 11 Hotel Raffles Jakarta, Senin (13/4/2026), dan menjadi langkah strategis Kukar dalam menyambut potensi besar sektor gas di wilayahnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi refleksi sekaligus dasar perubahan arah kebijakan pemerintah daerah. Di bawah kepemimpinan Aulia-Rendi, Perusda didorong untuk tidak lagi hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi pelaku utama dalam pemanfaatan sumber daya alam.
Momentum itu semakin kuat dengan rencana mulai beroperasinya proyek gas oleh ENI, yakni perusahaan energi global pada akhir 2027 hingga 2028, yang jalur pipa dan sumber gasnya melintasi wilayah Kabupaten Kukar.
“Harapan kita, Perusda kita bukan hanya jadi penerima participating interest (PI), tapi juga ikut dalam bisnis gasnya. Ini peluang besar karena gas yang dihasilkan sangat besar,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengakui keterbatasan kapasitas Perusda dalam sektor gas menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kerja sama dengan perusahaan multinasional yang telah berpengalaman menjadi langkah yang dipilih.
“Perusda kita belum expert di bidang gas. Makanya kita gandeng mitra yang sudah punya pengalaman, termasuk yang sudah IPO, untuk mendampingi kita,” terangnya.
Melalui kerja sama ini tegas Bupati, Perusda Kukar diharapkan dapat mengakses alokasi gas melalui Kementerian ESDM dan SKK Migas, sehingga dapat berperan dalam rantai bisnis gas yang ada di daerah sendiri.
Bupati Aulia menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memperbaiki pendekatan pengelolaan sumber daya alam yang selama ini dinilai belum optimal memberikan kontribusi maksimal bagi pendapatan daerah.
“Kalau dari dulu Perusda kita punya IUP atau HGU, mungkin PAD kita jauh lebih besar dari sekarang. Kita tidak mau mengulang hal yang sama. Ke depannya, raw material yang ada di Kukar harus bisa diusahakan oleh Perusda kita sendiri,” pungkasnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: Perusda Kukar