Pemkab Kukar Pastikan Program Seragam Gratis Tetap Jalan

Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memastikan program seragam sekolah gratis dibawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin bakalan tetap berlanjut pada tahun 2026.

Program ini menyasar ribuan siswa baru di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD hingga SMP, dengan cakupan ratusan sekolah di seluruh wilayah Kukar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis untuk menjamin akses pendidikan yang merata sekaligus menghapus potensi diskriminasi di lingkungan sekolah.

“Program seragam gratis itu masih berlanjut. Ini bagian dari program strategis Pak Bupati dan Wakil Bupati untuk memastikan anak-anak yang masuk sekolah memiliki seragam dan tidak ada diskriminasi,” ujarnya di Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Senin (4/5/2026).

Pelaksanaan program ini mencakup skala yang cukup besar. Berdasarkan data dari Disdikbud Kukar, terdapat sekitar 400 sekolah dasar (SD), 190 sekolah menengah pertama (SMP), serta lebih dari 500 lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) yang menjadi bagian dari program tersebut.

Jumlah siswa penerima akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah yang memiliki kapasitas berbeda-beda.

“Setiap sekolah jumlah siswanya tidak sama, ada yang 500, ada yang 400, bahkan ada yang sekitar 120 siswa. Karena itu, kami harus melakukan kalkulasi secara detail,” jelasnya.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah menargetkan seluruh siswa baru di Kukar dapat menerima bantuan seragam di tahun ini, seiring dengan alokasi anggaran yang telah disiapkan.

“Yang menerima tetap siswa baru. Karena seragam biasanya bisa dipakai dua sampai tiga tahun, menyesuaikan perkembangan anak,” terangnya.

Meski telah dialokasikan, keberlanjutan dan kelancaran program ini tetap dipengaruhi oleh kondisi keuangan daerah, termasuk transfer anggaran dari pemerintah pusat.

Heriansyah berharap kondisi ekonomi daerah dan nasional terus membaik agar program dapat berjalan optimal dan menjangkau seluruh sasaran.

“Mudah-mudahan ekonomi kita membaik, keuangan daerah juga stabil, dan transfer dari pusat lancar. Insyaallah amanah ini bisa kita jaga dan disalurkan kepada yang berhak,” katanya.

Program seragam gratis diharapkan tidak hanya bertujuan membantu beban ekonomi orang tua, tetapi juga mendorong semangat belajar siswa serta menciptakan kesetaraan di lingkungan pendidikan.

Pemerintah daerah berharap tidak ada lagi siswa yang merasa minder atau terhambat untuk bersekolah hanya karena keterbatasan seragam.

“Harapannya anak-anak lebih semangat sekolah. Karena pendidikan adalah masa depan,” pungkasnya.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: