
SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Pemprov Kaltim melalui Biro Umum mengklarifikasi perihal anggaran laundry atau mencuci pakaian Gubernur Kaltim senilai Rp450 juta per tahun.
Dalam penjelasan resmi, dari total anggaran yang ada, hingga Mei 2026 hampir Rp200 juta lebih dana telah terpakai untuk urusan laundry.
Anggaran laundry ini disebut bukan hanya diperuntukan untuk mencuci pakaian kepala daerah saja, melainkan mencakup seluruh cucian pada fasilitas publik di lingkungan Pemprov Kaltim.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim Astri Intan Nirwany menerangkan, anggaran untuk mencuci itu telah dialokasikan melalui Biro Umum sejak akhir tahun 2025 melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP).
“Dari total anggaran yang ada, salah satunya memang belanja laundry pakaian kepala daerah. Tapi ada juga rincian lainnya di dalamnya,” kata Astri dalam penjelasannya kepada wartawan di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, didampingi Kepala Diskominfo Kaltim M Faisal, Selasa 5 Mei 2026.
Astri merinci, peruntukan anggaran mencuci Rp450 juta dalam setahun ini meliputi mencuci karpet ambal, gorden, selimut dan sarung bantal guling (bed cover), sprei tempat tidur, sarung meja jamuan, sarung kursi dan lainnya, di berbagai fasilitas sekitaran Kantor Gubernur.

Termasuk juga mencui karpet ambal dan sarung kursi di Pendopo Odah Etam, ambal dan mukena serta sejadah di Musala Pemprov Kaltim, karena setiap harinya selalu digunakan untuk ibadah berjemaah Salat wajib dan pengajian rutin.
Selain itu, anggaran ini menyasar perawatan Guest House (Rumah Singgah) tamu VIP. Fasilitas ini memiliki 10 kamar yang memerlukan perawatan intensif untuk mencuci sprei, bed cover hingga mencuci taplak meja jamuan tamu, pemeliharaan gorden, karpet yang robek dan lainnya.
“Perawatan mencuci ini perlu untuk memaksimalkan kebersihan bed cover dan lainnya untuk tempat dan transit beristirahatnya tamu VIP. Di sana pernah singgah Menteri Agama, Menteri Sosial, Menteri ATR/BPN, Kapolri dan Gubernur daerah lainnya,” terang Astri.
Disampaikan Astri, serapan biaya laundry tahun ini cukup tinggi karena dipicu oleh kebijakan efisiensi kegiatan perangkat daerah, sehingga banyak agenda seremonial, kedinasan, maupun keagamaan dialihkan untuk dilaksanakan di gedung-gedung pemerintah seperti rumah jabatan dan Pendopo Odah Etam.
“Per Mei ini realisasi anggaran belanja cuci laundry kita hampir 50 persen sudah terpakai, sejak Januari hingga sekarang, karena kegiatan kita padat sekali,” demikian Asri Intan Nirwany.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: Pemprov Kaltim