Perumda Varia Niaga Cuma Kontribusi Rp500 juta Buat PAD Samarinda di 2025

Tim Pansus saat berada di Teras Samarinda Jalan Gajah Mada, Senin 27 April 2026. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Kontribusi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga Samarinda terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda masih rendah. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu tercatat hanya menyetorkan pendapatan Rp500 juta sepanjang tahun anggaran 2025.

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Samarinda Tahun Anggaran 2025, Abdul Rohim menerangkan, realisasi itu tidak sebanding dengan harapan besar kepada Varia Niaga untuk mendongkrak PAD.

“Itu sangat jauh dari ekspektasi kami, karena kami berharap bisa lebih besar daripada itu,” kata Rohim saat ditemui dalam tinjauan di kawasan Teras Samarinda, Jalan Gajah Mada, Senin 27 April 2026.

Ketidak optimalan kontribusi terhadap PAD itu salah satunya ditemukan dalam manajemen pengelolaan Teras Samarinda, sebagai aset Pemkot Samarinda.

Ruang terbuka hijau yang diproyeksikan menjadi lumbung pendapatan baru melalui sektor pengelolaan parkir, kafe, hingga wahana jetski itu diketahui tidak dikelola secara mandiri oleh Perumda Varia Niaga.

Rohim menjelaskan, awalnya seluruh sektor komersial di Teras Samarinda ini harusnya dikelola langsung Varia Niaga. Namun, temuan di lapangan, Varia Niaga mempekerjakan pihak ketiga lainnya untuk mengelola itu.

Pengelolaan Teras Samarinda diketahui di kerja samakan dengan pihak lain. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

“Kondisinya untuk bagian kafe dan jetski di kerjasamakan dengan pihak lain. Varia Niaga hanya mendapatkan dana bagi hasil 10 persen. Angka itu sangat kecil sekali,” sebut Rohim.

Kondisi ini menjadi catatan serius bagi manajemen Varia Niaga. Menurut Rohim, apabila Perumda itiu mengelola unit usahanya secara mandiri, maka margin keuntungan yang didapat bisa mencapai 100 persen.

Sebaliknya, dengan menyerahkan operasional kepada pihak swasta melalui sistem kontrak bagi hasil yang minim, potensi keuntungan justru menguap.

“Jangan-jangan sumbangsih Rp500 juta itu karena masalah tata kelola yang tidak tepat ini. Idealnya Varia Niaga mengelola sendiri, sehingga keuntungannya lebih optimal dan setoran PAD ke pemerintah kota bisa lebih besar,” jelas Rohim.

Menindaklanjuti temuan ini, DPRD Samarinda berencana memanggil jajaran direksi Perumda Varia Niaga dalam waktu dekat, meminta klarifikasi mendalam mengenai dasar pertimbangan di balik kerja sama dengan pihak ketiga itu.

“Kita ingin dengar argumentasi mereka, kenapa melakukan itu? Kalau dari kami, mestinya dikelola sendiri sehingga hasil yang didapatkan daerah bisa maksimal,” demikian Abdul Rohim.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: