Posyandu di Samarinda Mesti Berinovasi Buat Tingkatkan Kunjungan Balita dan Lansia

Kunjungan masyarakat di Posyandu Sehati hanya berkisar 20-30 persen. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Fasilitas kesehatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Samarinda mesti berbenah dan berinovasi untuk meningkatkan minat dan kunjungan masyarakat.

Penegasan itu disampaikan tim Komisi IV DPRD Samarinda saat kunjungan ke beberapa Posyandu, untuk melihat dari dekat kondisi sekaligus antusiasme masyarakat berkunjung ke Posyandu, salah satunya Posyandu Sehati di Jalan Jelawat.

Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Riska Wahyuningsih menerangkan, ada 6 Posyandu di Samarinda yang dikunjungi dalam rangka Hari Posyandu Nasional 2026.

Riska bilang, di Posyandu Sehati, prosentase kunjungan masyarakat masih sedikit, hqnya berkisar 20-30 persen dari target sasaran.

Maka dari itu, lanjut Riska, perlu ada inovasi untuk menarik minat masyarakat agar lebih proaktif memeriksakan kesehatan Balita dan lansia di Posyandu, dibarengi dengan peningkatan fasilitas dan layanan yang ada pada masing-masing Posyandu.

“Ke depan kita harus membuat sesuatu yang menarik agar masyarakat ini mau datang ke Posyandu. Banyak fasilitas yang belum memadai, dan ini menjadi catatan serius bagi kami,” kata Riska ditemui di Posyandu Sehati, Kamis 30 April 2026.

Sebagai langkah konkret, politisi Gerindra itu berkomitmen mengarahkan dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan untuk penguatan infrastruktur kesehatan dasar masyarakat.

“Kebetulan 2025 ini Pokir saya, saya fokuskan untuk peningkatan fasilitas posyandu seperti pengadaan alat dan peningkatan gedung Posyandu,” ujar Riska.

“Saya juga sedang mengkaji kemungkinan di 2026 untuk menambah dukungan lagi agar masyarakat semakin bersemangat berkunjung,” tambah dia.

Sementara, Camat Samarinda Ilir, La Uje menjelaskan intervensi pencegahan stunting pada Balita yang dilakukan Pemkot Samarinda bertujuan untuk menjaring warga yang sempat absen pada jadwal rutin sebelumnya.

Di Kelurahan Sidodamai misalnya, tercatat ada 32 RT yang berpartisipasi dengan sasaran 90 Lansia dan 50 balita. Namun, La Uje mengakui kunjungan fisik di lokasi fasilitas kesehatan memang belum maksimal.

Untuk menyiasati masyarakat yang tidak hadir, pihak kecamatan menginstruksikan para kader untuk melakukan strategi jemput bola dengan kunjungan dari rumah ke rumah.

“Jika ada Balita yang tidak berkunjung, kader langsung mendatangi rumahnya. Kami cek siapa saja yang tidak hadir dari data yang ada,” demikian La Uje.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: