
TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Aksi penusukan brutal baru saja terjadi di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Rabu (22/4/2026) pagi.
Seorang balita perempuan berusia 4 tahun ikut menjadi korban dalam serangan yang dilakukan oleh seorang pria pengangguran di lingkungan tempat tinggalnya.
Dibenarkan Kapolsek Muara Jawa, IPTU I Wayan Edi Surya Puryana. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 08.00 WITA di Jalan Muhammad Hatta, Handil 4, RT 023, Kelurahan Muara Jawa Pesisir.
Berdasarkan laporan awal kepolisian kata dia, peristiwa ini pertama kali diketahui warga sekitar yang kemudian melaporkannya ke Polsek Muara Jawa melalui sambungan telepon.
“Benar sekali. Pada pukul 08.00 WITA, warga menginformasikan telah terjadi penganiayaan menggunakan senjata tajam,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Saat laporan diterima lanjut dia, korban sudah dalam kondisi terluka dan telah dibawa ke Klinik Maju Sejahtera Muara Jawa untuk mendapatkan pertolongan medis.
Mendapat laporan tersebut, petugas piket Polsek Muara Jawa langsung bergerak cepat menuju klinik untuk memastikan kondisi korban sekaligus melakukan pendataan awal.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, anggota langsung kami arahkan ke lokasi dan klinik untuk memastikan kondisi korban serta mengamankan situasi,” jelasnya.
Setibanya di lokasi, polisi pun menemukan dua korban dalam kondisi luka akibat senjata tajam. Setelah itu, petugas langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan permukiman warga di Jalan Muhammad Hatta untuk mengamankan lokasi yang dimaksud, mencari keterangan saksi, serta menelusuri keberadaan pelaku.
Dalam waktu yang sangat singkat, pelaku berhasil diamankan oleh aparat kepolisian dan langsung dibawa ke Polsek Muara Jawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Pelaku sudah kami amankan tidak lama setelah kejadian. Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan untuk mendalami motif,” terangnya.
DP, ibu rumah tangga berusia 39 tahun itu mengalami luka tusukan di bagian perut. Sedangkan anaknya, KDA yang masih berusia 4 tahun, mengalami luka tusuk di bagian betis kiri.
Kondisi balita yang menjadi korban membuat peristiwa ini menyita perhatian warga sekitar, mengingat korban masih berusia sangat muda dan tidak memiliki kaitan langsung dengan konflik.
Polisi mengidentifikasi pelaku berinisial WY, seorang pria berusia 36 tahun, yang diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap dan berdomisili di lokasi yang sama dengan korban.
Dari hasil pendataan awal, pelaku diketahui memiliki riwayat pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa di Samarinda. Selain itu, ia juga pernah mengikuti program rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN) karena ketergantungan obat-obatan.
Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami apakah latar belakang tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan aksi penyerangan yang dilakukan.
“Riwayat pelaku memang ada, namun kami masih melakukan pendalaman apakah itu berpengaruh langsung terhadap tindakan yang dilakukan,” tegasnya.
Seiring penanganan yang berlangsung cepat, aparat kepolisian melakukan serangkaian langkah lanjutan, dengan memastikan korban mendapatkan penanganan medis, sekaligus mengajukan visum untuk kepentingan hukum.
Selain itu, polisi turut mengamankan barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan pelaku, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh kronologi dan motif di balik kejadian tersebut.
Kapolsek memastikan bahwa situasi di lokasi kejadian saat ini kembali kondusif. Meskipun demikian, penyelidikan masih terus berjalan untuk melengkapi berkas perkara.
IPTU I Wayan Edi Surya Puryana mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi gangguan keamanan di sekitar.
“Kami menghimbau warga agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum ini kepada pihak kepolisian. Fokus kami saat ini adalah pemulihan korban dan memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur,” pungkasnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: Penusukan