Produktivitas Nelayan Kukar Masih Stagnan, Bupati: Cari Solusi!

Bupati Aulia Rahman Basri. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Bupati Aulia Rahman Basri mulai mengevaluasi serius efektivitas belanja di sektor perikanan. Meski anggaran yang digelontorkan dalam 3 tahun terakhir tergolong besar, hasil yang dirasakan nelayan dinilai belum signifikan.

Hal ini diakui langsung Bupati Aulia Rahman Basri pada Jumat (17/4/2026) di Pendopo Odah Etam, Tenggarong. Ia mengaku bahwa evaluasi tersebut menjadi perhatiannya usai dirinya melakukan kunjungan koordinasi ke Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar pada Selasa (14/4/2026).

“Kita melihat dalam tren tiga tahun terakhir, pembiayaan kita cukup besar di sektor perikanan. Akan tetapi dari segi produktivitas maupun income per kapita nelayan, itu tidak mengalami kenaikan yang signifikan,” ungkapnya.

Kondisi ini dinilai sebagai sinyal kuat adanya persoalan yang mendasar dalam pengelolaan sektor perikanan di Kukar. Ia menilai, salah satu penyebab utama belum optimalnya hasil adalah adanya missing link atau mata rantai yang belum terhubung secara baik, khususnya pada aspek sumber daya manusia (SDM) dan teknologi.

“Kita melihat ada proses missing link, yaitu di penguatan SDM dan penguatan teknologi. Ini yang akan kita benahi melalui kerja sama dengan Unhas,” tegasnya.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar tidak hanya ingin melanjutkan MoU yang sebelumnya sudah diteken, tetapi juga mendorong implementasi teknis yang lebih konkret di lapangan.

Dalam kerja sama ini, ke depannya Unhas akan berperan dalam menyusun master plan pengembangan sektor perikanan Kukar secara komprehensif.

Aulia menyebut, Unhas dipilih karena memiliki keunggulan di bidang kemaritiman, khususnya perikanan, serta didukung oleh kepemimpinan rektor yang memiliki latar belakang keilmuan di sektor tersebut.

“Kita berharap Unhas bisa mendampingi kita menyusun master plan perikanan, termasuk mempersiapkan SDM dan meningkatkan produktivitas sektor ini,” jelasnya.

“Harapannya, produktivitas meningkat dan pendapatan nelayan juga ikut naik. Jadi bukan hanya besar di anggaran, tapi juga terasa hasilnya,” tambahnya.

Aulia menegaskan, kerja sama dengan perguruan tinggi dilakukan secara selektif sesuai kebutuhan daerah. Untuk bidang yang tidak tersedia di Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Pemkab Kukar akan menggandeng kampus lain yang memiliki keunggulan spesifik.

“Kalau di Unikarta tidak ada, seperti fakultas perikanan, maka kita cari universitas yang unggul di bidang itu. Salah satunya Unhas,” pungkasnya.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: