Sensus Ekonomi 2026, DPRD Samarinda Ingatkan Data Harus Berdampak ke Kebijakan

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. (Foto istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – DPRD Kota Samarinda memberikan catatan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menjaga akurasi hasil Sensus Ekonomi 2026, dan mampu memberikan dampak konkret terhadap kebijakan pemerintah daerah.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV dengan BPS Kota Samarinda, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie menerangkan, DPRD mendukung penuh langkah BPS untuk menyosialisasikan tahapan sensus kepada pelaku ekonomi mikro hingga ke tingkat kelurahan.

Namun demikian, dia menekankan hasil dari sensus tersebut harus menjadi panduan strategis bagi pemerintah, maupun sektor swasta.

“Data yang disampaikan nantinya dapat memberikan dampak kepada pemerintah untuk mampu mengambil kebijakan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Novan, di kantor DPRD Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Selasa 28 April 2026.

Novan menjelaskan, sensus ekonomi merupakan siklus pengumpulan data penduduk per sepuluh tahun, yang telah dilaksanakan terakhir 2016 lalu, dan akan dilaksanakan kembali di 2026 ini.

“Data ini diharapkan tidak hanya berguna bagi pemerintah, tapi juga bagi pengusaha dan warga, untuk melihat bagaimana ekonomi Samarinda berkembang selama sepuluh tahun terakhir,” ujar Novan.

Sementara, Kepala BPS Samarinda Supriyanto menjelaskan, pelaksanaan sensus ekonomi di akan dimulai pada Mei hingga Agustus 2026, menyasar pelaku usaha dan perusahaan besar di kota Samarinda.

“Untuk perusahaan besar, kita akan sebarkan tautan pengisian data secara digital di bulan Juni. Sementara pendataan ke rumah-rumah dilaksanakan pada 15 Juni sampai 31 Agustus 2026,” jelas Supriyanto.

Menurutnya, sensus kali ini dirancang lebih komprehensif dengan menjangkau berbagai sektor ekonomi, termasuk sektor pertanian yang memiliki produk turunan pengolahan hasil pertanian.

“Pelaku usaha turunan pertanian ini contohnya seperti petani pisang, dia tidak hanya menjual pisangnya saja, tapi juga ada industri pengolahan kripik pisang. Itu juga akan kita data,” demikian Supriyanto.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: