SMPN I Nunukan Gelar Pentas Seni Tari Jepen Massal

Sebanyak 800 pelajar SMPN I Nunukan pentaskan tari jepen massal di stadion Sei Bilal Nunukan, Selasa (21/4/2026). (Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Kecamatan Nunukan, sukses menggelar  Tari Jepen massal melibatkan 800 pelajar di lapangan sepak bola stadion Sei Bilal Nunukan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Nunukan, H. Muhammad Amin yang hadir mewakili Bupati Nunukan, Irwan Sabri menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terselenggaranya pentas seni tarian tradisional

“Tari Jepen adalah salah satu tarian tradisional khas Kalimantan. Tarian ini mendapat pengaruh kuat dari nuansa melayu dan Islam,” kata Amin, Selasa (21/04/2026).

Pemerintah Nunukan secara khusus mengucapkan terima kasih kepala kepala sekolah dan para guru serta siswa-siswi, karena ikut serta melestarikan tarian tradisional yang mulai ditinggalkan oleh perkembangan zaman.

Kegiatan kokurikuler yang diselenggarakan SMP I Nunukan tidak hanya bersifat teori semata, tetapi karya nyawa dari masyarakat di perbatasan Indonesia yang ingin seni budayanya tetap bertahan menembus segala generasi.

“Kalau bukan kita anak bangsa, siapa lagi yang menjaga, merawat dan melestarikan warisan leluhur ditengah arus modernisasi,” katanya.

Mengangkat tema “Gerak Budaya, Karakter Hebat” kalimat ini sangatlah relevan dalam membentuk jiwa generasi muda. Saat ini tarian jepen masih sering disuguhkan pada tiap acara penyambutan tamu di Kabupaten Nunukan.

Amin berharap kegiatan kokurikuler SMPN I Nunukan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya dan mendorong generasi muda di perbatasan Nunukan terus mencintai budaya lokal warisan nusantara.

“Dengan mengenal dan mementaskan tari jepen, kalian telah menjadi benteng pertahanan budaya bangsa ditengah semakin majunya teknologi,” bebernya.

Sementara itu, Kepsek SMPN I Nunukan, Rustiningsih mengatakan bahwa kegiatan pentas seni tarian jepen massal ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek dalam kurikulum merdeka melalui program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

“Siswa – siswi tidak hanya belajar menari, tetapi juga belajar bekerja sama kekompakan, disiplin, dan mencintai budaya daerahnya,” ujarnya.

Rustiningsih menerangkan pentas seni ini dipersiapkan dengan apik oleh siswa kelas IX yang berperan sebagai tutor bagi adik kelas VII dan VIII. Tari jepen massal diharapkan menjadi simbol kebersamaan dan pelestarian budaya.

Menyatukan gerakan selaras ratusan orang cukup sulit, tapi anak-anak mampu mempersembahkan tarian jepen dengan baik, kami guru sangat bangga,” ungkapnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan

Tag: