Sulit Dapat Solar, Sopir Truk Kepung DPRD Balikpapan

Ratusan sopir truk menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Balikpapan, Senin 4 Mei 2026 dengan membawa armada mereka dan memadati Jalan Jenderal Sudirman. (niaga.asia/Heri)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA — Ratusan sopir truk bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Balikpapan menggelar aksi demonstrasi yang dipusatkan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan kantor DPRD dan Pemkot Balikpapan, Senin 4 Mei 2026.

Para peserta aksi datang dengan membawa armada masing-masing, dan memarkirkan kendaraan mereka di sepanjang ruas jalan utama.

Kehadiran ratusan truk itu pun berdampak pada arus lalu lintas yang mengalami kepadatan di sekitar lokasi.

Aksi ini dipicu oleh sejumlah persoalan yang dirasakan para sopir, mulai dari kebijakan penertiban angkutan barang, hingga kesulitan mereka mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dalam beberapa waktu terakhir.

Sekitar pukul 13.00 Wita, massa mulai memadati area depan gedung DPRD untuk menyampaikan tuntutan.

Dalam orasinya, para sopir menilai sejumlah aturan seperti pembatasan jam operasional, ketentuan muatan, hingga administrasi belum sepenuhnya berpihak pada kondisi di lapangan. Ditambah sulitnya mendapatkan solar.

Hingga pukul 14.20 Wita, aksi masih berlangsung dengan orasi yang dilakukan secara bergantian oleh demonstran.

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy, memastikan pengamanan aksi berjalan optimal. Dia bilang kepolisian telah menerima pemberitahuan sebelumnya, dan melakukan berbagai langkah antisipasi.

“Kami sudah melakukan mitigasi, termasuk penggalangan. Bahkan sebelumnya sudah kami fasilitasi agar peserta datang tanpa kendaraan, namun mereka tetap memilih membawa armada masing-masing,” kata Jerrold di tengah pengamanan aksi.

Dia menerangkan, kepolisian juga mendorong agar aspirasi para sopir dapat difasilitasi melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Balikpapan.

“Kami masih menunggu perwakilan sopir untuk mengikuti RDP. Kami komunikasikan agar penyampaian aspirasi ini bisa difasilitasi secara resmi,” jelasnya.

Di lapangan, petugas melakukan pengaturan kendaraan untuk menjaga ketertiban. Sebanyak 244 personel dikerahkan guna mengamankan jalannya aksi.

“Kami melakukan pengamanan dengan sistem ring, mulai dari penyaringan massa hingga pengaturan parkir. Memang terjadi kepadatan lalu lintas, tapi masih bisa dikendalikan,” katanya.

Masih disampaikan Jerrold, sempat terjadi kendala di lapangan karena kesepakatan awal agar peserta tidak membawa kendaraan tidak sepenuhnya dipatuhi, sehingga menimbulkan kemacetan.

Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi

Tag: