
SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Keuangan Pemerintah Daerah Kinerja keuangan pemerintah daerah di Kaltim pada triwulan III 2021 (Juli – September 2021) mengalami penurunan yang bersumber dari lebih rendahnya realisasi pendapatan dan belanja Pemerintah Provinsi.
Secara keseluruhan, realisasi pendapatan pemerintah di Provinsi Kaltim sampai dengan triwulan III 2021 mencapai Rp5,39 triliun atau menurun 26,63% (yoy). Sementara itu, realisasi belanja pemerintah di Provinsi Kaltim sebesar Rp4,52 triliun, menurun 2,42% (yoy).
Demikian Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur, Tutuk S.H Cahyono dalam Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan hasil asesmen rutin yang dilakukan setiap triwulan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, yang dilansir hari ini, Jum’at (17/12/2021).

Menurut BI, di tingkat pemerintah provinsi, penurunan kinerja keuangan pada triwulan III 2021 utamanya disebabkan oleh rendahnya realisasi pendapatan & belanja. Realisasi pendapatan triwulan III tahun 2021 mencapai Rp5,39 triliun, lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pendapatan triwulan III tahun 2020 yang mencapai Rp7,35 miliar.
“Realisasi belanja Pemprov Kaltim triwulan III 2021 sebesar Rp4,52 triliun, lebih rendah 2,42% (yoy) dibandingkan dengan realisasi pada triwulan III tahun 2020 yang mencapai Rp4,63 triliun,” kata Tutuk.
Penurunan realisasi belanja pada triwulan III 2021 dipengaruhi oleh rendahnya realisasi belanja operasional & belanja modal yang masing-masingmenurun hingga 16,21% (yoy) dan 2,00% (yoy) lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Total realisasi pendapatan maupun belanja 10 Kabupaten/Kota di wilayah Kaltim sampai dengan triwulan III 2021 juga mengalami penurunan. Realisasi pendapatan di seluruh Kabupaten/Kota di wilayah Kaltim telah mencapai Rp22,13 triliun, lebih rendah 8,98% (yoy) dibandingkan dengan capaian triwulan III 2020 sebesar Rp24,31 triliun,” ungkapnya.
Sementara itu, realisasi belanja sebesar Rp22,89 triliun atau menurun 13,57% (yoy) dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama di tahun 2020 yang mencapai Rp26,49 triliun.
Di sisi lain, realisasi belanja APBN di wilayah Kaltim sampai dengan triwulan III 2021 mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Realisasi belanja APBN sampai dengan triwulan III 2021 tercatat Rp7,49 triliun.

“Secara nominal, nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pada triwulan III 2020 sebesar Rp7,45 triliun,” kata Tutuk lagi.
Berdasarkan daerahnya, Kota Samarinda memiliki pagu belanja APBN tertinggi dengan realisasi belanja sampai dengan triwulan III 2021 sebesar Rp2,30 triliun. Pagu belanja APBN tertinggi kedua adalah Kota Balikpapan dengan realisasi sebesar Rp1,80 triliun.

“Sementara itu, Kabupaten Mahakam Ulu merupakan daerah dengan nominal realisasi belanja paling rendah yaitu sebesar Rp93,02 miliar,” pungkasnya.
Sumber : Laporan Bank Indonesia Kaltim | Editor : Intoniswan
Tag: APBD Kalimantan Timur