Bangun Polder Besar di Pampang, Andi Harun: Akhir Tahun 2024 Samarinda Utara Terbebas dari Banjir

Ketua DPRD Samarinda, Sugiyono dan wakil ketua, Helmi Abdullah, Subandi, dan Fahrudin, dampingi Wali Kota Samarinda, H Andi Harun dan Wakil Wali Kota Samarinda, H Rusmadi menyerahkan piagam penghargaan kepada warga dari berbagai profesi, pekerja sosial, dan tokoh masyarakat pendiri kampung di Kelurahan Lempake yang dinilai sudah berjasa  memajukan pembangunan kota Samarinda. (Foto Intoniswan/Niaga.Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Wali Kota Samarinda, H Andi Harun sudah menetapkan target dari kegiatan penanggulangan dan pencegahan banjir di Samarinda Utara, pada akhir tahun 2024, kawasan Lempake, Bengkuring, Perumahan Griya Mukti, dan kawasan Jalan Pemuda sudah terbebas dari banjir.

“Cara mengatasi banjir di kawasan tersebut, air dari wilayah Kukar yang masuk ke Samarinda, dibelokkan dulu ke polder skala besar yang dibangun di Pampang, kemudian dilepas secara terkontrol ke Lempake dengan memperhitungkan daya tampung waduk Benanga, sehingga tidak membanjiri sungai Karang Mumus melimpah ke awasan permukiman dari Bengkuring hingga ke jalan Pemuda,” kata Andi Harun dalam pidato peringatan HUT Ke-355 Kota Samarinda yang disampaikannya dalam Rapat Paripurna DPRD Samarinda yang dipimpin langsung Ketua DPRD Samarinda, Sugiyono, hari ini, Selasa (24/01/2022).

Menurut Andi Harun, pemerintah kota tidak hanya memasang target mengurangi genangan, tapi kawasan tersebut terbebas dari banjir, sebab banjir di kawasan Samarinda Utara itu benar-benar menyusahkan masyarakat dan pemerintah, menganggu layanan publik, dan merepotkan semua orang, lembaga swadaya masyarakat termasuk partai politik  membuka dapur umum dan harus mendrop nasi bungkus ke rumah-rumah warga yang terdampak banjir.

“Penangangan banjir program super prioritas dan dana untuk itu  tahun ini sudah dilipatgandakan karena kebetulan, penerimaan kota naik, kita punya sekitar Rp4,3 triliun nati setelah Perubahan APBD Tahun Anggaran 2023,” tegasnya.

Wali kota menjelaskan, tahun ini, Pemkot sudah bisa memulai pembangunan polder air skala besar di Pampang, bisa menampung air dalm jutaan meter kubik bila hari hujan dan air dari wilayah Kukar turun Karang Mumus.

“Kita tangkap dulu airnya di polder modern yang kita bangun di Pampang, kemudian dilepas lagi ke arah Lempake secara terkendali agar tak melimpah di waduk Benanga dan menyebabkan banjir,” ungkap Andi Harun.

Khusus untuk menanggulangi  dan mencegah banjir di kawasan Bengkuring, Peumahan Griya Mukti hingga ke permukiman di kawasan jalan Pemuda, tahun ini dikerjakan normalisasi badan sungai Karang Mumus  sepanjang 1,6 kilometer (1.600 meter) yang berada dalam kawasan Bengkuring dan meninggikan sisi badan sungai dengan menurapnya.

“Badan sungai Karang Mumus terus kita normalkan agar daya tampung meningkat dan arus air jadi lancar ke muaranya di sungai Mahakam,” kata Andi Harun.

Penkerjaan ketiga yang sudah berjalan, lanjut wali kota, untuk pencegahan banjir di DI Panjaitan atau simpang Alaya. Anak sungai yang ada dalam kawasan permukiman akan dinormalisasi dan urusan pemebasan tanah warga, alhamdulillah sudah dibantu warga juga.

“Pak Muhaimin yang tanahnya kita perlukan untuk menembuskan air dari anak sungai ke sungai Karang Mumus, sudah saya temui dan bicara, beliau sudah setuju melapas  tanahnya untuk kepentingan umum. Sudah clear, NJOP tanah Pak Muhaimin itu Rp1,9 juta/m2 dengan harga pasar Rp9 juta/m2. Tapi setelah kami berdua bicara dari hati ke hati, Pak Muhaimin dah mau melepas tanah,” ungkap Andi Harun.

Menurut Andi Harun, dalam kota Samarinda ini sebetulnya sangat banyak anak-anak sungai, termasuk anak-anak sungai Karang Mumus dalam kawasan permukiman. Fisik anak-anak sungai itu berkelok-kelok, tak ada yang lurus, sebagian besar anak-anak sungai tersebut, ada yang “hilang” baik karena sedimentasi maupun dipakai warga untuk membangun rumah.

“Kita akan benahi lagi anak-anak sungai tersebut agar air lncar ke sungai Karang Mumus dan permukiman terbebas dari banjir,” tegasnya.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: