Berau Satu-satunya di Kaltim yang Dapat DAK Kemenparektaf

Ali Nurman dari Kemenparektaf bersama Kadispar Kaltim Ahmad Herwansyah dan 10 kadis Pariwisata se Kaltim pada saat Rakornis Pariwisata di Pratasaba Resort, Maratua, Berau, Rabu (8/3). (Foto Hamdani/Niaga.Asia)

MARATUA.NIAGA.ASIA – Kabupaten Berau menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Kaltim yang mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) selama dua tahun berturut-turut, 2022 dan 2023 ini.

Dipaparkan Analis Kebijakan Ahli Muda Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Direktorat Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf, Ali Nurman, DAK Non Fisik untuk Berau tahun 2022 sejumlah Rp 1.003.804.000,- dan tahun 2023 DAK fisik Rp 1.214.634.000,-.

“Ada beberapa indikator sehingga Berau memperoleh DAK itu, antara lain Berau ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Pengembangan bersama tujuh daerah lainnya di Indonesia. Destinasi dari Berau yang ditetapkan adalah Pulau Derawan,” kata Ali Nurman di hadapan para peserta Rakornis Pariwisata  se Kaltim, Rabu lalu (8/3), di Pratasaba Resort, Maratua, Berau.

Di samping itu, Berau telah memiliki Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Ripparda) yang sudah dikirim ke Kemenparekraf.

“Sementara ada beberapa kabupaten/kota lain yang belum menyampaikan Ripparda ke kami,” lanjutnya.

Berau juga  banyak memiliki destinasi pariwisata yang menawan dan sudah dikenal secara nasional bahkan internasional. Tercatat Pulau Derawan yang dikenal dengan pasir putih dan penyu hijau, Pulau Sangalaki sebagai tempat pelestarian penyu hijau, dan ubur-ubur tidak beracun langka di Pulau Kakaban.

Pemandangan alam lautnya eksotis, penampakan lumba-lumba dan lokasi penyelaman di Pulau Maratua dan pulau kecil Nabocco.

Lalu ada Kampung Merabu yang menyajikan wisata alam, hutan dan sungai-kecil serta puncak Merabu. Di Biduk Biduk ada Labuan Cermin yang sangat terkenal. Di Tembalang Segah dan Palawan Besar Tabalan, ada air terjun yang memikat.

Keindahan laut Pulau Maratua. (Foto Hamdani/Niaga.Asia)

Di Bena Baru terdapat Desa Budaya. Menikmat indahnya pesona laut dan pantai, ada Pulau Kaniungan. Bagi wisatawan dan ilmuwan bisa bertemu Urang Utan di Desa Budaya Merasa.

Tak ketinggalan wisata sejarah Keraton Gunung Tabur dan Keraton Sambaliung di Tanjung Redeb. Di Berau  memiliki seni pertunjukan yang mempunyai nilai estetika tinggi seperti tari Dalling Bajau, tari Jepen Barrau, tari Jiak Dayak, Mamanda Barrau, sastra tradisi Badiwa, Putar Alam, Pantun dan Gandam Baras.

Penulis: Hamdani | Editor: Intoniswan | Advetorial Diskominfo Kaltim

Tag: