BRIN – IPERINDO Kerja Sama Tingkatkan Daya Saing Galangan Kapal Indonesia

Ketua Umum IPERINDO Anita Puji Utami dan Widjo Kongko selaku Kepala Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN tandatangani kerja sama riset. (Foto BRIN)

SURABAYA.NIAGA.ASIA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) melaksanakan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO).

IPERINDO sebagai organisasi yang menghimpun perusahaan-perusahaan galangan kapal, dan lepas pantai di dalam negeri. IPERINDO berkomitmen, mendukung kegiatan riset yang mengusung topik mengenai kajian teknologi produksi Kapal Mini LNG, untuk peningkatan kemampuan daya saing galangan kapal nasional.

Widjo Kongko selaku Kepala Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, menyampaikan bahwa akhir dari riset ini diharapkan adanya hilirisasi teknologi, untuk mendukung kemajuan industri perkapalan di Indonesia. Hilirisasi teknologi, membutuhkan keterlibatan perusahaan galangan kapal nasional untuk mengaplikasikan hasil riset.

“Rantai pasok akan bergerak, untuk mendorong peningkatan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). Oleh karena itu, kerja sama ini bersifat Multi Helix, dengan memaksimalkan berbagai peran untuk menghasilkan kajian teknologi ini. Kontribusi yang diharapkan dari IPERINDO, untuk berkoordinasi dengan seluruh perusahaan galangan kapal baja, yang tergabung sebagai anggota, untuk pemenuhan kebutuhan data riset,” ujar Widjo di Ruang Auditorium KS Said D Jenie Surabaya, pada Selasa (24/1/2023).

Ketua Umum IPERINDO Anita Puji Utami berharap, riset ini bukan hanya sekedar kajian saja.

“Tentunya kami sangat berharap, hasil riset ini dapat kami manfaatkan untuk meningkatkan daya saing industri kapal nasional. Selain itu, Industri Kapal di Indonesia, masih sangat tergantung dengan komponen impor, Diperlukan adanya inovasi teknologi untuk komponen kapal, yang dapat diproduksi di dalam negeri. Bahkan lebih dari itu, akan lebih baik jika riset ini, bisa sampai menyentuh regulasi kebijakan,” jelasnya.

Anita juga menambahkan, walaupun program poros maritim terus digaungkan, namun masih terjadi ketimpangan regulasi kebijakan di bidang kemaritiman. IPERINDO siap untuk memanfaatkan hasil riset ini, sampai ke Indonesia Timur.

Buana Ma’ruf Ketua Tim Riset BRIN memaparkan gambaran singkat, mengenai rencana kajian teknologi ini. Tujuan utama riset ini, adalah terciptanya kemampuan daya saing galangan kapal nasional, di dalam membangun kapal secara efisien, khususnya pada pembangunan kapal Mini LNG. Sebelumnya, sudah ada 3 PKS terkait kajian teknologi ini, dengan berbagai perusahaan.

“Pertama, PT Terafulk Megantara Design terkait dengan Design Engineering and Production Management. Kedua, PT Industri Kapal Indonesia (Persero) tentang Yard Practices and Case Study (Production of Mini LNG Vessel). Ketiga, PT Orela Shipyard mengenai Production Engineering and System Support. Adanya keterlibatan IPERINDO ini, tentu akan lebih menyeluruh untuk mengoordinasikan seluruh perusahaan galangan kapal di Indonesia,” tuturnya.

Sumber: Humas BRIN | Editor: Intoniswan

Tag: