Cerita Rahman Curi 5 Honda CRF di Samarinda, Dijual Murah Rp 5 Juta

Abdul Rahman (kaos hitam jari terborgol) dalam pengawalan kepolisian, Senin 22 Januari 2024. Mantan napi yang keluar penjara Desember 2023 lalu itu kembali masuk penjara terkait pencurian 5 unit Honda CRF (niaga.asia/Saud Rosadi)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Abdul Rahman, 40 tahun, kembali mendekam di penjara. Kaki kirinya pun harus tertembus timah panas. Mantan narapidana alias residivis itu kini terlibat pencurian 5 unit motor Honda CRF di Samarinda, yang dia jual murah Rp 5 juta per unit di berbagai tempat di Kalimantan Selatan.

Rahman tidak sendiri. Temannya seorang penadah dan penjual motor curiannya, Asmuriansyah, juga ditangkap dan sama-sama masuk penjara.

Polisi menduga keduanya spesialis motor Honda CRF tipe trail, di mana harga baru buka bungkus dari diler adalah Rp 53 juta per unit, sesuai laporan kerugian pemilik motor ke kepolisian.

Kenekatan Rahman dan Asmuriansyah mencuri motor semahal itu, bukan tanpa alasan. Honda CRF dicuri sesuai pesanan di Kalimantan Selatan.

Baca jugaMaling Motor Asal Kalsel Curi Honda CRF Seharga Rp 53 Juta, Dijualnya Cuma Rp 5 Juta

“Iya, sesuai pesanan. Digunakan untuk apa, saya juga tidak tahu,” kata Abdul Rahman ditemui Senin 22 Januari 2024.

Rahman mengakui, motor Honda CRF yang dia curi di Samarinda, dia jual murah di Kalimantan Selatan karena tingginya permintaan di daerah itu.

“Dijual Rp 5 juta (per unit). Ambilnya (mencuri) secara acak saja. Iya tanpa surat-surat,” ujar Abdul Rahman.

Tim Reskrim Polsek Sungai Pinang sementara mengamankan dua dari lima motor Honda CRF sebagai barang bukti (niaga.asia/Saud Rosadi)

Dalam catatan kriminal Abdul Rahman, dia sebelumnya mendekam di penjara, dan baru keluar menghirup udara bebas di bulan Desember 2023, dari Lapas di Kaliamantan Selatan. Lantas apa tujuan dia di Samarinda?

“Saya tinggal di sini karena ada keluarga di sini,” kilah Abdul Rahman.

Sementara ini, tim Reserse Kriminal Polsek Sungai Pinang mengamankan dua dari 5 motor Honda CRF yang dicuri Rahman dan Asmuriansyah. Tiga unit lainnya sedang dalam pengejaran.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag: