Cerita Talita Asal Paser Jadi Paskibraka Hingga Bertemu Gubernur Isran Noor

Talita Ananta Syah Putri merupakan salah satu siswi kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Paser yang menjadi Paskibraka Kaltim (istimewa)

TANA GROGOT.NIAGA.ASIA — Talita Ananta Syah Putri berhasil mewakili Kabupaten Paser menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kalimantan Timur, pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke–78 Republik Indonesia.

Pada upacara 17 Agustus 2023 di Provinsi Kaltim, Talita sapaan akrab Talita Ananta Syah Putri, berada pada posisi sebagai pendamping pembawa baki saat pengibaran bendera. Sedangkan saat penurunan bendera, dia menjadi pasukan 17 serpihan kiri.

Talita merupakan salah satu siswi kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Paser. Menjadi Paskibraka adalah keinginan pribadinya sejak dia duduk di bangku SMP.

Sejak saat itu, Talita termotivasi untuk mempelajari hal-hal terkait Paskibraka. Saat mendapatkan kesempatan, dia memberanikan diri untuk mengikuti tes Paskibraka. Mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, sampai tingkat provinsi.

“Saya ikut Paskibraka karena keinginan sendiri, saya sudah berminat sejak SMP. Kepuasan tersendiri bagi saya bisa menjadi Paskibraka, apalagi saya sudah menjadi Paskibraka tingkat provinsi. Saya bangga bisa menjadi Paskibraka Kaltim. Saya juga sangat senang bisa bertemu langsung dengan Gubernur Kaltim Isran Noor,” kata Talita, ditemui di Tana Grogot, Sabtu 26 Agustus 2023.

Talita Ananta Syah Putri bersama kedua orangtuanya dan sejumlah Paskibraka Kaltim (istimewa)

Talita bercerita, banyak pengalaman dia dapatkan selama mengikuti pelatihan hingga menjadi Paskibra. Mulai latihan baris berbaris hingga latihan fisik.

“Selama satu bulan lebih, saya mengikuti pelatihan yang ketat di provinsi. Alhamdulillah banyak hal positif yang didapat selama mengikuti pelatihan,” ujar Talita.

Saat mengikuti pelatihan, Talita membutuhkan persiapan maksimal untuk bisa melewati rangkaian dan tahapan pelatihan. Terutama dalam melakukan pelatihan fisik. Seperti push up, sit up, chinning, lari, dan olah fisik lainnya.

“Yang paling berat latihan fisik. Alhamdulillah saya sudah persiapkan jauh-jauh hari. Sehingga saya bisa melewati tahapan ini dengan baik,” tutup Talita yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Politeknik Imigrasi (Poltekim).

Penulis : Muhammad Luthfi | Editor : Saud Rosadi

Tag: