Hasil Tracing Negatif, Balikpapan Dipastikan Aman dari Covid-19 Varian Kraken

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty dikonfirmasi, Senin (30/1). (heri/niaga.asia)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan gerak cepat melakukan tracing pasca adanya warga negara asing (WNA) asal Polandia yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian XBB.1.5 atau yang disebut varian kraken beberapa waktu lalu.

Penelusuran kontak erat telah dilakukan, mulai dari sopir yang mengantar WNA tersebut, tempat isolasi dan kontak erat lainnya. Hasil pemeriksaan pun sejauh ini semua negatif.

“Semua kontak erat hasil pemeriksaannya negatif Covid-19 varian kraken,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty dikonfirmasi, Senin (30/1).

Meski demikian, wanita yang akrab disapa Dio itu mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terutama menerapkan protokol kesehatan. Dan kepada kontak erat untuk melapor jika ada gejala.

“Pada dasarnya gejala kraken sama saja dengan varian lainnya. Malah lebih tidak menonjol batuknya, lebih kepada pilek kemudian rasa lemah dan sakit kepala,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Balikpapan Zaenul menyebut jika varian kraken ini ditemukan dari seorang WNA asal Polandia berinisial JBS (45). Yang bersangkutan merupakan pekerja migas.

Datang ke Indonesia pada 6 Januari 2023 lalu di Jakarta. Sempat menginap semalam di Jakarta. Kemudian tanggal 7 Januari berangkat ke Balikpapan karena hendak masuk kerja di RIG.

JBS terdeteksi kena varian kraken setelah menjalani serangkaian prosedur di migas. Yakni, karyawan baru harus dilakukan karantina dan pemeriksaan PCR dengn hasil positif.

WNA tersebut kemudian menjalani karantina di salah satu hotel di Balikpapan. Kemudian pada 12 Januari 2023 lalu, petugas medis mengambil sampel Whole Genome Sequensing (WGS) untuk dikirim ke laboratorium Universitas Mulawarman melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim.

“Hasil WGS-nya keluar tanggal 19 Januari yaitu positif varian kraken. Tapi sebelumnya pada 18 Januari yang bersangkutan jalani tes PCR hasilnya sudah negatif,” jelasnya.

Karena negatif sebelum hasil sampel WGS keluar, WNA tersebut lantas menjalani proses karantina lagi. Hingga akhirnya pada tanggal 23 Januari 2023, dilakukan pemeriksaan ulang PCR dengan hasil negatif.

“Jadi tanggal 24 Januari kemarin WNA tersebut sudah dikirim ke lokasi di Selat Makassar,” pungkasnya.

Penulis: Heri | Editor: Intoniswan

Tag: