Indonesia  Baru Meregulasikan 29  Standar Produk Peralatan Listrik dan Elektronika di ASEAN

Ilustrasi.

BANDUNG.NIAGA.ASIA –  Indonesia  baru  meregulasikan  29  standar  produk  dari 120  standar  produk  yang  telah  diharmonisasi  dalam  perjanjian Harmonisasi  Tata  Cara  Pengaturan  Peralatan  Listrik  dan Elektronika  Tentang  Regulasi  Peralatan  Listrik  dan  Elektronik  (ASEAN  Harmonized  Electrical  and Electronic   Equipment   Regulatory   Regime/AHEEERR).

Hal itu diungkap Direktur Standardisasi dan Pengendalian Mutu Kementerian Perdagangan, Matheus Hendro Purnomo di kegiatan Diseminasi  Hasil  Kerja Sama  Internasional  terkait  mutu dengan  tema  ‘Meningkatkan Peluang Ekspor Peralatan Listrik dan Elektronik’ di Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/12).

“Dalam  perjanjian  AHEEERR,  negara  anggota ASEAN  dapat  menerima  skema  kerja sama  saling  keberterimaan  sertifikat  atau  hasil  uji  bila  produk telah  disertifikasi  dan/atau  diuji  sesuai  standar  yang  telah  disepakati  serta  dilakukan  oleh  Lembaga Penilaian Kesesuaian yang terdaftar di ASEAN,” sambung Matheus.

Dikatakan, Kementerian Perdagangan berupaya untuk meningkatkan pemahaman para  pemangku  kepentingan  terhadap  berbagai  kesepakatan  yang  telah  dicapai  dalam  forum  Joint Sector  Committee  for  Electrical  and  Electronic  Equipment  (JSC EEE)  di  ASEAN  dalam  menghadapi implementasi  Persetujuan  Elektronik  (ASEAN  Harmonized  Electrical  and Electronic   Equipment   Regulatory   Regime/AHEEERR).

Dalam   rangka   implementasi   skema   keberterimaan   tersebut, saat   ini   Indonesia   memiliki   limalaboratorium uji dan tigaLembaga Sertifikasi Produk (LSPro) yang telah terdaftar di ASEAN.

“Sertifikat hasil   uji   atau   sertifikat   produk   listrik   dan   elektronik   yang   diterbitkan   oleh   lembaga   penilaian kesesuaian dapat diterima di negara anggota ASEAN tanpa pengujian atau sertifikasi ulang,” ungkap Hendro.

Sumber: Siaran Pers Kemendag | Editor: Intoniswan

Tag: