Indonesia-Fiji Tingkatkan Saling Pemahaman Melalui Seminar

Seminar dengan judul “Indonesia-Fiji Update and Perspectives for Closer Collaborations ” diselenggarakan  Kedutaan Indonesia di  Grand Pacific Hotel, Suva, Fiji, pada tanggal 26 Maret 2024. (Foto KBRI Suva)

FIJI.NIAGA.ASIA  – Duta Besar Republik Indonesia untuk Fiji, Dupito D. Simamora, menekankan pentingnya  meningkatkan pemahaman dan kerja sama antara Indonesia dan Fiji, apa lagi hubungan sejarah dan budaya yang telah lama antara kedua negara, serta menekankan perlunya dialog dan kolaborasi yang berkelanjutan dalam berbagai bidang.

Dubes Simamora mengungkap itu dalam sambutannya saat membuka seminar dengan judul “Indonesia-Fiji Update and Perspectives for Closer Collaborations “  di Grand Pacific Hotel, Suva, Fiji, pada tanggal 26 Maret 2024.

Acara ini diselenggarakan oleh KBRI Suva dan co-host bersama dengan Fiji National University (FNU), menandai langkah penting dalam memperkuat hubungan yang lebih erat. Acara ini menarik perhatian audiens yang beragam yang tertarik untuk memperdalam hubungan bilateral antara kedua negara.

Dubes Simamora memuji upaya kedua negara dalam mempromosikan people-to-people contact, kerjasama ekonomi, dan diplomasi budaya.

“Saya ptimis tentang prospek keterlibatan dan kemitraan yang lebih dalam di masa depan, memanfaatkan kekuatan dan potensi baik Indonesia maupun Fiji,” katanya.

Seminar ini menampilkan pembicara terkemuka yang membagikan wawasan berharga tentang berbagai aspek hubungan RI-Fiji. Ratu Tui Cavuilati, Duta Besar pertama Fiji untuk Indonesia, memberikan gambaran komprehensif tentang pandangan Fiji tentang Indonesia, menjelaskan kondisi terkini dan prospek hubungan di masa depan.

Dubes Ratu Tui berkeyakinan bahwa Fiji perlu belajar dari Indonesia dalam bidang pendidikan, kewirausahaan, perikanan, UMKM dan berbagai bidang dimana Indonesia menunjukkan keunggulannya.

Pembentukan Fiji-Indonesia Friendship Association merupakan inisiatif penting KBRI Suva untuk mendorong peran masyarakat madani dalam mewujudkan kerja sama konkret kedua negara.

Prof. Dr. Aleksius Djemadu dari Universitas Pelita Harapan menyampaikan presentasi yang menarik tentang peranan Indonesia di wilayah Pasifik, menyoroti peran kunci Indonesia sebagai mitra pembangunan bagi Fiji.

Selain sebagai gateway bagi Fiji ke Asia, Indonesia juga hanya fokus sebagai mitra pembangunan dan peningkatan hubungan ekonomi, jejaring antar masyarakat kedua negara.

“Mengingat peran dan standing penting Indonesia di ASEAN, Asia dan global sangat tepat bagi Fiji dan Pasifik untuk meningkatkan kolaborasi dengan Indonesia,” kata Prof.  Aleksius Djemadu.

Dalam ksempatan yang sama, Dr. Melyana Pugu, yang mewakili Universitas Cenderawasih dari Papua, menawarkan pandangan yang memicu pemikiran tentang Prinsip Demokratis Indonesia, menarik paralel dengan konteks Fiji dan berbagi pelajaran yang dipetik dari perjalanan demokratisasi Indonesia.

“Indonesia sudah melalui berbagai dinamika berdemokrasi yang partisipatif dengan hasil yang memuaskan terlihat dari peningkatan pembangunan di segal bidang serta kesejahteraan masyarakat termasuk di Papua,” paparnya.

Seminar ini juga melibatkan dua dosen senior terkemuka dari Indonesia yang berasal dari bagian timur negara dan bagian dari keluarga besar kelompok Melanesia. Kehadiran mereka memperkaya diskusi, memberikan wawasan unik tentang pengalaman bersama dan sudut pandang oleh komunitas Melanesia di Indonesia.

Seminar ini, yang dihadiri 120 lebih peserta, menjadi platform untuk diskusi yang bersemangat dan pertukaran pengetahuan di antara peserta dari lembaga pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, dan sektor swasta. Para peserta mengekspresikan antusiasme mereka untuk kolaborasi dan inisiatif masa depan untuk memperkuat hubungan RI-Fiji.

KBRI Suva mengucapkan terima kasih kepada Fiji National University, Grand Pacific Hotel, dan semua peserta atas kontribusi berharga mereka dalam menjadikan seminar ini sukses.​

Sumber: KBRI Suva | Editor: Intoniswan

Tag: