Ini Tantangan Berat Penyelenggaraan Haji Tahun Ini

Calon Jemaah Haji tahun 2022 asal Indonesia saat berada di plataran Masjid Nabawi (Foto : HO-Kemenag)

JAKARTA.NIAGA.ASIA — Penyelenggaran ibadah haji 1444H/2023M sudah di depan mata. Pemerintah terus bersiap untuk memberikan pelayanan terbaiknya bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Berbeda dengan penyelenggaraan ibadah haji tahun sebelumnya sebagai dampak dari pandemi COVID-19, penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2023 dibuka dengan jumlah kuota yang normal dan tanpa adanya pembatasan usia jemaah haji.

Tentu saja hal ini merupakan berita baik bagi seluruh jemaah haji yang telah menunggu untuk segera diberangkatkan, terutama bagi jemaah haji yang berusia di atas 65 tahun, yang telah melunasi tetapi tertunda keberangkatannya, namun juga memberikan tantangan yang berat bagi penyelenggara ibadah haji.

Tantangan berat penyelenggaraan tahun ini adalah bertambahnya jumlah jemaah haji lanjut usia (Lansia), yaitu sebanyak 67.199 orang (33,05%). Kita ketahui bahwa jemaah haji Lansia memiliki kebutuhan khusus dalam mendapatkan pelayanan kesehatan karena jemaah lansia umumnya memiliki penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan sebagainya.

Selanjutnya jemaah Lansia selain memiliki kebutuhan khusus dalam mendapatkan pelayanan kesehatan juga membutuhkan dukungan emosional, dan perhatian khusus dalam menjalankan ibadah haji.

“Peningkatan jumlah jemaah lansia ini merupakan tantangan bagi kita semua untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi jemaah terutama lansia,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Liliek Marhaendro Susilo, dalam pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Terintegrasi dengan Kementerian Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu 12 April 2023.

Menjawab tantangan ini, Kementerian Kesehatan telah mempersiapkan jemaah haji terutama jemaah Lansia, agar sehat selama menjalani rangkaian ibadah haji melalui pemeriksaan kesehatan bagi jemaah haji, vaksinasi COVID-19 dan vaksinasi meningitis, serta menyiapkan gelang penanda bagi jemaah risiko tinggi.

Selain itu, Kementerian Kesehaan juga telah melaksanakan pelatihan kompetensi bagi petugas kesehatan haji, demi terwujudnya peningkatan kapasitas petugas sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi jamaah haji Lansia di tahun 2023.

“Saya memahami bahwa memberikan pelayanan yang ramah Lansia itu tidak mudah. Oleh karena itu, diperlukan kerja keras, kesabaran, dan kerjasama antar petugas haji”. tegas Liliek Marhaendro Susilo.

Liliek juga berpesan kepada seluruh petugas untuk berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan haji yang ramah Lansia, dan memberikan pengalaman ibadah haji yang lebih bermakna bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

“Saudara sebagai pelayan tamu Allah mengemban tanggung jawab yang besar dalam menjaga kesehatan jemaah haji di tanah suci. Perkuat edukasi di semua lini layanan dengan menekankan pada pencegahan kelelahan dan penyesuaian aktivitas fisik dengan kondisi kesehatan Jemaah,” demikian Liliek Marhaendro Susilo.

Sumber : Humas Kemenkes | Editor : Saud Rosadi

Tag: