Jepang Turunkan Status COVID Mulai 8 Mei jadi Influenza Musiman

Orang-orang berjalan di persimpangan di area perbelanjaan Shibuya, Tokyo, 7 Agustus 2021. (REUTERS/Androniki Christodoulou/File Photo)

TOKYO.NIAGA.ASIA — Kementerian Kesehatan Jepang secara resmi memutuskan akan menurunkan status virus korona pada 8 Mei 2023 mendatang.

Kementerian pada Kamis 27 April 2023 menyetujui rencana pemerintah untuk memasukkan virus korona ke dalam kategori yang sama dengan influenza musiman.

Kementerian berencana mempersiapkan agar lebih banyak institusi medis yang melakukan pemeriksaan dan perawatan pasien virus korona setelah statusnya diturunkan. Pasien rawat jalan virus korona ditargetkan dapat diterima di 64.000 rumah sakit dan klinik yang menjalankan tes untuk influenza musiman.

“Sekitar 8.400 institusi medis bersiap menerima hingga 58.000 pasien rawat inap, sebagai antisipasi lonjakan jumlah penularan pada musim panas,” dikutip niaga.asia dari kantor berita NHK seperti dilaporkan Kamis 27 April 2023.

Saat ini pemerintah melakukan pengaturan untuk rawat inap. Namun, koordinasi semacam itu secara bertahap akan dialihkan ke institusi medis. Sebagai tambahan, pasien juga akan diharuskan membayar biaya tes dan perawatan jika dinyatakan positif.

Metode pemerintah dalam menentukan situasi penularan akan diubah menjadi laporan mingguan oleh institusi medis yang ditentukan. Pemerintah pusat dan daerah tidak akan lagi memiliki dasar hukum untuk mengimbau orang-orang agar tetap berada di rumah, atau meminta tempat makan dan hiburan untuk memperpendek jam buka.

“Kementerian kesehatan akan tetap merekomendasikan agar orang-orang yang menjalani masa pemulihan dari COVID-19 tetap tinggal di rumah selama 5 hari, terhitung sejak satu hari setelah munculnya gejala,” lapor NHK.

Akhiri Pembatasan Mulai 29 April

Pemerintah Jepang juga berencana mengakhiri pembatasan masuk atas orang-orang yang tiba di negara itu pada Sabtu 29 April 2023.

Pemerintah awalnya memutuskan untuk mencabut pembatasan tersebut pada 8 Mei, saat klasifikasi virus korona diturunkan ke level terendah kategori lima, sama dengan influenza musiman. Namun, sumber-sumber mengatakan pemerintah tengah melakukan persiapan untuk mempercepat berakhirnya kontrol perbatasan tersebut.

Saat ini orang-orang yang masuk ke Jepang diminta untuk menunjukkan bukti telah menerima tiga dosis vaksin virus korona dan sejumlah persyaratan lainnya.

“Pemerintah juga diperkirakan akan mengakhiri tes acak atas pelaku perjalanan yang datang dari Cina daratan menggunakan penerbangan langsung,” NHK melaporkan lebih lanjut.

Liburan musim semi dimulai di Jepang akhir pekan ini hingga 7 Mei. Jumlah orang yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri selama periode ini diperkirakan akan meningkat.

Para pengamat mengatakan pemerintah ingin mempermudah prosedur bagi orang-orang yang kembali dari luar Jepang.

Sumber : Kantor Berita NHK | Editor : Saud Rosadi

Tag: