Lebih 100 Orang di Samarinda Tergigit Hewan Diduga Rabies

Vaksin antirabies (ilustrasi/net)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Dinas Kesehatan Kota Samarinda melaporkan lebih dari 100 orang di Samarinda terkena gigitan hewan yang diduga positif rabies. Meski demikian, peristiwa itu tidak sampai mengakibatkan korban gigitan meninggal dunia.

Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kota Samarinda melansir, medio Januari-Juli 2023 ada 168 orang kasus gigitan hewan diduga positif rabies.

“Dari (awal) 2023 kasus gigitannya ada sekitar 168 di Kota Samarinda, dan memang laporan yang masuk itu rata-rata mereka yang tergigit itu bukan dari hewan liar, tetapi oleh hewan peliharaan,” kata dr Dian Margi Utami, petugas Sub Koordinator Seksi P2PM Dinas Kesehatan Kota Samarinda dalam pernyataannya, Kamis 6 Juli 2023.

Seratusan kasus gigitan hewan terduga rabies disebabkan dengan berbagai faktor. Salah satunya, masyarakat yang gemar memelihara hewan seperti kucing dan anjing.

“Kalau di Samarinda iya dari kucing. Ada yang dari anjing tapi peliharaan. Tidak banyak untuk anjing, kebanyakan dari kucing. Mungkin antara anjing sama kucing itu 73 persen,” ujar Dian Margi Utami.

Terkait tata laksana pemberian vaksin rabies, Dian mengungkapkan vaksin tersebut akan diberikan kepada pasien yang sudah terkena gigitan hewan terduga positif rabies.

“Misalkan pelaksanaan itu kita ada pasien yang datang tergigit oleh terduga hewan rabies itu, kita arahkan untuk pembersihan luka dulu,” Dian Margi Utami menerangkan.

“Kemudian divaksin. Mau itu hewannya rabies atau tidak, kita pemberiannya ketika terluka itu memang ada vaksin anti rabies yang kita berikan,” dia menambahkan.

Namun, untuk saat ini vaksin masih belum bisa diberikan bagi masyarakat umum, mengingat ketersediaan stok vaksin antirabies yang terbatas.

“Mungkin bisa kita berikan sama orang yang berisiko misalkan seperti dokter hewan. Untuk masyarakat umum belum bisa karena penyediaannya terbatas dari provinsi dan pusat,” ujarnya.

Sebab, lanjut Dian Margi Utami, vaksinasi tidak hanya dilakukan sekali, melainkan harus diberikan secara bertahap dan menelan biaya yang tidak sedikit.

“Jadi vaksin antirabies itu diberikan tiga kali dalam jangka waktu tertentu. Harga satu kali vaksin kurang lebih Rp 500 ribu,” sebut Dian Margi Utami.

Meski korban gigitan hewan diduga positif rabies tembus 100 kasus, sejauh ini tidak mengakibatkan kematian.

“Allhamdulillah selama ini belum ada kasus yang mengakibatkan orang sampai meninggal dunia,” demikian Dian Margi Utami.

Penulis: Annisa Dwi Putri | Editor: Saud Rosadi | ADV Diskominfo Samarinda

Tag: