Malam Ini Pentas Uji Coba ‘Sang Mulawarman’

Salah satu adegan drama ‘Sang Mulawarman’. (Foto: Hamdani/niaga.asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Setelah latihan dua bulan, Jum’at (18/8) malam ini, drama ‘Sang Mulawarman’ Teater Matahari Samarinda pentas uji coba di Gedung Rizani Asnawi, Taman Budaya Kaltim, Samarinda.

Sutradara ‘Sang Mulawarman’ Wawan Timor menyebut, pentas uji coba ini sebagai persiapan terakhir  sebelum tampil di Temu Karya Taman Budaya (TKBK) se Indonesia di Bandung, 20-24 Agustus 2023.

“Pentas uji coba ini samalah dengan gladi bersih sebuah pergelaran. Para pemain mengenakan busana dan properti sesuai peran masing-masing. Setting panggung, ilustrasi musik dan tata cahaya disesuaikan dengan pentas sebenarnya,” ungkap Wawan Timor kepada niaga.asia, di sela latihan Kamis (17/8) malam tadi.

Dengan pentas uji coba ini pula, Wawan Timor mengatakan dirinya bisa mengevaluasi aspek artistik.

“Mumpung masih ada waktu sampai dengan pentas kami di Taman Budaya Jawa Barat yang dijadwalkan tanggal 22 Agustus 2023, kami akan membenahinya manakala ada yang dirasakan kurang,” kata Wawan Timor yang pernah mementaskan ‘Petaka’ di Kuala Lumpur, tahun 2012 lalu.

Sutradara ‘Sang Mulawarman’ Wawan Timor. (Foto Hamdani/Niaga.Asia)

Seperti pernah diberitakan niaga.asia, Teater Matahari Samarinda mewakili UPTD Taman Budaya Kaltim untuk ditampilkan di TKTB se Indonesia itu.

Dalam garapan ini Teater Matahari melibatkan sejumlah aktor dan aktris yang sudah punya jam terbang di panggung teater Kaltim, seperti Arafat A Zulkarnaen sebagai Sang Mulawarman, Sahabudin Pance memainkan peran Pangeran Maladipa, Zakir Ghopal sebagai Maharesi Mukti Dahana dan Fatqurozi berperan menjadi Mahapatih Ramapati.

Ian BL memainkan peran Panglima Santang Jiwa, Novia Pratiwi sebagai Putri Cempaka Dewi dan Vanny berperan menjadi Permaisuri Anggiiswari serta Herman Salam menjadi prajurit.

‘Sang Mulawarman’ karya Hamdani ini adalah drama berlatar  sejarah kerajaan Hindu tertua di Nusantara, Kutai Martadipura, dengan rajanya yang paling terkenal, Sang Mulawarman, di abad IV Masehi.

Tersebutlah, satu ketika, Sang Mulawarman berduka sekaligus marah, lantaran rakyat Martadipura banyak yang mati lantaran diserang  wabah penyakit yang misterius dan mematikan.

Ternyata wabah penyakit itu adalah racun yang disebarkan oleh tokoh penting kerajaan sendiri sebagai salah satu cara untuk memfitnah Sang Mulawarman agar lengser sebagai Maharaja Martadipura.

Drama ini juga menyajikan secara tarian simbolis sumbangan 20 ribu ekor sapi Sang Mulawarman kepada kaum Brahmana, seperti yang tercantum di Prasasti Batu Yupa melalui tarian dari Briza, Andry, Yuda dan Sheila.

Penulis: Hamdani |Editor: Intoniswan

Tag: