Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. DR Sulianti Saroso Jakarta, RS Rujukan COVID-19. (Foto HO Net)

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan perlu ketenangan dalam menangani virus Corona (COVID-19). Pasalnya puluhan WNI sudah terjangkit virus ini. Kesiapsiagaan dalam menghadapi COVID-19 tetap perlu dilakukan pemerintah tapi cara pandang terhadap virus yang mematikan ini perlu diubah.

Hal itu diungkapkan Melki, sapaan akrab Melkiades saat menjadi narasumber pada diskusi Forum Legislasi bertema “Perlukah UU Khusus Atasi Dampak COVID-19?” di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Turut menjadi narasumber, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Mufida Kurniasih dan Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Gerindra Kamrussamad.

“COVID-19 harus dihadapi sebagai penyakit klinik, sehingga pendekatannya ada pada kesehatan. Tenaga kesehatan kita mampu menangani kasus ini, informasi dari pihak Kemenkes, 19 orang yang terjangkit keadaan sudah stabil,” kata legislator dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) II itu sembari menyarankan kepada Pemerintah untuk terus malakukan sosialisasi protokol penangan COVID-19.

“Protokol yang sudah ada ini perlu disosialisasikan ke berbagai komponen masyarakat di seluruh Indonesia, sehingga bisa dipakai dan diterapkan untuk mencegah penularan COVID-19,” kata politisi Partai Golkar itu. Adapun protokol penangan virus Corona terdiri dari berbagai bidang antara lain, protokol kesehatan, protokol komunikasi, protokol pengawasan perbatasan, area pendidikan hingga area publik dan transportasi.

Dengan banyaknya bidang dalam protokol tersebut, Melki mendorong semua pihak bekerja sama dalam penangan COVID-19 di Indonesia. Selain menerapakan lima protokol yang sudah dibuat Pemerintah, Melki juga terus mengajak masyarakat untuk menerapkan Gerakan Masyarakat (Germas) dan hidup bersih dan sehat. “Masyarakat harus jaga kesehatan dan kebersihan masing-masing. Karena virus bisa ditangkal dengan keadaan imun yang baik,” pesan Melki. (*/001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *