Pilgub Kaltim: Andi Harun Tidak akan ‘Naik’ ke KT 1 Kaltim

Dr. H. Marjoni Rachman. (Foto Dok Pribadi)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Di tengah keriuhan Pilpres dan Pileg di Pemilu 2024 dan sepinya pemberitaan Pilgub Kaltim dan beberapa kabupaten/kota di Kaltim, beberapa nama tokoh politik sudah pasang kuda-kuda untuk maju menjadi calon kepala daerah.

Lantas bagaimana dengan Ketua Partai Gerindra Kaltim Andi Harun yang mempunyai elektabilitas tinggi di beberapa lembaga survei untuk Pilgub Kaltim?

Pemerhati masalah politik yang juga Rektor Untag Samarinda, Dr. Marjoni Rachman, memprediksi Andi Harun tidak akan ‘naik’ ke KT 1 Kaltim.

“Kemungkinan Andi Harun tetap bertahan menjadi Walikota Samarinda. Jadi Walikota hingga dua periode lantaran masih banyak pekerjaan besarnya di Samarinda yang harus dituntaskan hingga 2029,” papar Joni– sapaan akrabnya– dalam bincang-bincang dengan niaga.asia.

Joni melihat Gerindra bakal ‘dihibahkan’ Prabowo kepada Isran Noor.

“Saya kira masih ada hubungan emosional dan politik antara Ketum Gerindra Probowo dengan  Isran Noor. Kalau itu terjadi, ditambah dukungan beberapa partai politik kecilpun, aman sudah Isran,” ucap Joni.

Dirinya melihat Isran Noor adalah politisi yang piawai dalam soal mencari perahu.

“Alternatif lain dari Isran Noor adalah maju lewat jalur independen. Itu yang saya dengar,” imbuhnya.

Menurut dia, sebetulnya sudah ada beberapa nama mempersiapkan diri untuk maju di kontestasi Gubernur/Wakil Kaltim.

“Paling tidak ada Isran Noor, Rudi Mas’ud dan Safaruddin yang saya yakini bakal maju dalam pilkada Kaltim,” ucapnya.

Ketiganya, papar Joni, sudah punya modal politik, berupa dukungan partai politik masing-masing.

“Partai Golkar yang diketuai Rudi Mas’ud, menurut hasil sementara Pileg mengusai 14 kursi di DPRD Kaltim. Meski perolehan PDIP menurun, tapi kursinya tetap signifikan untuk mengusung Safaruddin. Itu sudah menjadi modal yang cukup bagi Rudi dan Safaruddin,” urai Joni.

Bagaimana dengan Isran Noor?

“Jangan anggap remeh Isran Noor, meski sekarang tidak punya partai, namun berkaca pada pilgub tahun 2018, di saat terakhir sebelum pendaftaran Partai Gerindra dan beberapa partai lain menjadi pengusungnya,” tandasnya.

Sementara itu, Rudi Mas’ud tidak ada masalah dengan partai pengusung.

“Dengan Golkar sendiripun Rudi sudah bisa maju. Namun dalam politik semua serba mungkin. Bisa jadi karena koalisi partai pengusung Probowo-Gibran, Gerindra mendukung Rudi dalam kapasitasnya sebagai partai koalisi,” ungkapnya.

Pilkada serentak 2024, menurut PKPU Nomor 2 tahun 2024, pemungutan suaranya dilaksanakan pada  tanggal 27 November 2024. Sebelumnya  ada tahapan pendaftaran 5 Mei-19 Agustus 2024. Masa kampanye 25 September-23 November 2024.

Penulis: Hamdani  I  Editor: Intoniswan

Tag: